Dewan Pers

Dark/Light Mode

Penumpang MRT Jakarta Berkurang Karena Lonjakan Kasus Covid-19

Jumat, 5 Agustus 2022 19:54 WIB
Suasana di dalam ratangga saat pagi pada hari kerja. Foto oleh PT MRT Jakarta (Foto: MRT Jakarta/Irwan Citrajaya)
Suasana di dalam ratangga saat pagi pada hari kerja. Foto oleh PT MRT Jakarta (Foto: MRT Jakarta/Irwan Citrajaya)

Jumlah harian penumpang MRT Jakarta pada Juli 2022, tercatat 1.884.108 orang. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa rata-rata per hari sekitar 60.778 orang menggunakan MRT Jakarta dengan 7.663 perjalanan kereta. Ketepatan waktu tempuh, kedatangan, dan berhenti ratangga pun mencapai 100 persen.

Jumlah angka keterangkutan tersebut menunjukkan adanya penurunan sekitar 30.680 orang dari bulan sebelumnya, yaitu 1.914.788 orang dengan rata-rata harian mencapai 63.826 orang. Penurunan jumlah angka keterangkutan ini disebabkan oleh kenaikan jumlah kasus Covid-19 pada Juli 2022 dibandingkan Juni 2022 di Jakarta.

Meski demikian, angka keterangkutan harian mencapai 60 ribu orang per hari telah menunjukkan kenaikan yang sangat signifikan sejak pandemi mendera dunia dan meluluhlantakkan aktivitas ekonomi, terutama sektor layanan dan jasa transportasi. 

Untuk menaikkan angka keterangkutan, PT MRT Jakarta (Perseroda) bekerja sama dengan berbagai pihak, terutama dari industri wisata seperti sektor kuliner, aktivitas, hingga pusat perbelanjaan, kesehatan, pendidikan, hingga promo tiket di sejumlah tempat wisata.

Kerja kolaborasi dengan sejumlah operator transportasi publik pengumpan (feeder) juga mendorong peningkatan angka keterangkutan seperti PPD, Tebengan, dan yang terbaru, Swoop. Kehadiran angkutan pengumpan ini akan berdampak tidak saja terhadap kenaikan angka keterangkutan, namun juga mendorong kebudayaan menggunakan platform berbagi kendaraan (ride sharing).

Pada 2022 ini, PT MRT Jakarta (Perseroda) menargetkan angka keterangkutan rata-rata harian dapat menyentuh 40 ribu orang per hari. Hal ini dapat terwujud apabila sejumlah kebijakan dapat dilaksanakan seperti percepatan regulasi yang mendukung penggunaan transportasi publik oleh pemerintah seperti electronic road pricing dan penyesuaian tarif parkir. 

Sebagai bagian dari inovasi dan mengikuti tren digital oleh masyarakat, pengguna jasa MRT Jakarta dapat menggunakan aplikasi MRT Jakarta di ponsel pintar untuk membeli tiket perjalanan, menggunakan poin penggunaan untuk ditukar dengan berbagai promo, bahkan menonton film dan bermain gim ponsel. Seluruh fitur gaya hidup ini bertujuan untuk memberikan pengalaman penuh kepada pelanggan saat menggunakan layanan MRT Jakarta.    

Di lingkungan MRT Jakarta, baik stasiun maupun ratangga, pemberlakuan Protokol Bangkit mutlak dilaksanakan. Bagi PT MRT Jakarta (Perseroda), aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jasa selalu menjadi prioritas perseroan.

MRT Jakarta secara konsisten menerapkan protokol kesehatan di stasiun dan ratangga demi keselamatan bersama melalui Protokol Bangkit yang mendapatkan apresiasi baik dari masyarakat sebagai bentuk nyata dalam mengurangi risiko penyebaran Covid-19 di MRT Jakarta. ■

Berita Terkait : Yang Pake Mobil Listrik Bantu Tekan Subsidi BBM

RM.id  Rakyat Merdeka -