Dark/Light Mode

Pipa PAM Bocor, Karatan Dan Tercemar Kimia

Warga Teriak Air Seret Tapi Kudu Bayar Mahal

Senin, 28 November 2022 07:30 WIB
Ilustrasi. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Menurut Arif, PAM Jaya berkomitmen menggunakan PMD ini dengan sebaik-baiknya. Termasuk melakukan tahapan untuk mewujudkan kedaulatan air di Jakarta. Dengan cakupan 100 persen pada tahun 2030.

“PMD ini harus terserap atau bisa digunakan dalam waktu satu tahun. Untuk itu, kami akan bekerja ekstra keras menjawab kepercayaan yang diberikan,” katanya.

Baca juga : Kroasia Vs Maroko Berakhir Kaca Mata

 Arif mengatakan, PMD senilai Rp 324,6 miliar akan digunakan untuk Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Ciliwung Tahap II, Pemasangan Sambungan Baru Pelanggan Jatiluhur Karian Tahap I, serta Studi dan Program Penurunan NRW Tahap I.

PMD ini juga akan kita gunakan untuk Optimalisasi IPA SWRO Kepulauan Seribu, Pembangunan Kios Air dan Pembelian Mobil Tangki Tahap 3, Pelayanan Air Bersih di Kampung Prioritas Tahap 2, serta Pembangunan Sentra Pelayanan.

Baca juga : Partai NasDem Imbau Warga Tidak Abai Imunisasi Dasar Pada Anak

Ketua Lembaga Bahtsul Masail (LBM) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta KH. Mukti Ali Qusyairi mengatakan, dalam konteks penataan kota, persoalan pertama yakni pemenuhan air bersih untuk warga, baik yang dekat maupun yang jauh dari sumber mata air.

Setelah kebutuhan air terpenuhi, baru soal infrastruktur jalan, kesehatan, perumahan warga, pembangunan rumah ibadah di pusat kota, pembangunan pasar dan aktivitas ekonomi, keamanan, dan peran ulama, cendekiawan, ilmuan, dan saintis untuk memberikan pendidikan, pencerahan dan kreativitas.

Baca juga : Desember 2022 Dan Februari 2023, Harga Energi Bakal Diuji, Kita Kudu Piye?

Menurut Mukti, pengelolaan air bagi warga merupakan kewajiban pemerintah. Dan pemerintah telah menetapkan PAM Jaya untuk mengelola air bersih bagi warga Jakarta.

“Memang harus satu pintu, PAM Jaya yang menglelola. Jadi, tidak banyak pintu, agar tidak ada persaingan antarperusahaan yang korbannya adalah warga sebagai konsumen,” tuturnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.