Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
DKI & Swasta Sinergi Jaga Kualitas Air
Kolong Tol Becakayu Bakal Ijo Royo-Royo
Rabu, 11 Januari 2023 07:30 WIB
Sebelumnya
“Dengan kerja sama ini, kita secara bergotong royong menata kawasan di bawah kolong tol untuk mendukung operasional jalan tol,” singkatnya.
Adapun ruang lingkup dalam Kesepakatan Bersama tersebut adalah: (1) Penataan lahan-lahan kolong tol, yang terdiri dari: a. Pembersihan lahan. b. Penghijauan di sepanjang lahan kolong tol. (2) Pemeliharaan. (3) Pemantauan dan evaluasi.
Jangka waktu Kesepakatan Bersama ini berlaku selama 5 (lima) tahun. Untuk pelaksanaan Kesepakatan Bersama akan ditindaklanjuti dengan Perjanjian Kerja Sama sesuai dengan ruang lingkup yang telah disepakati. Selain itu, kegiatan akan dilakukan dan berkoordinasi dengan Direktur Jenderal Bina Marga dan Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebagai pemilik aset barang milik negara (BMN). Para Pihak akan melakukan kajian dan pembahasan teknis untuk menyusun Perjanjian Kerja Sama.
Baca juga : BNI Griya Sinergi Dengan Perumnas Gelar 276 Akad Massal
Bangun Ducting
Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugroho mendorong Perumda PAM Jaya untuk turut serta membangun ducting atau Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT).
“Hal itu selaras dengan rencana PAM Jaya dan Moya Indonesia yang sedang membangun pengembangan jaringan air perpipaan. Jika PAM Jaya mau masuk, silakan saja,” ujar Hari Nugroho.
Baca juga : BUJT Dan Kontraktor Diingatkan Jaga Kualitas Jalan Tol Yogyakarta-Bawen
SJUT adalah sarana yang dibangun Pemprov DKI untuk penempatan jaringan utilitas di bawah permukaan tanah. Selama ini, Pemprov DKI membangun SJUT untuk menata bentangan kabel-kabel di udara yang selama ini semrawut dan mengganggu estetika kota dengan memasukkannya ke dalam SJUT.
Tahun ini, kata Hari, Pemprov DKI menargetkan akan membangun 200 km SJUT di sejumlah wilayah. Pihaknya juga akan segera mengevaluasi sejumlah SJUT yang telah terbangun oleh dua BUMD DKI Jakarta, yakni PT Jakarta Propertindo dan Perumda Pembangunan Sarana Jaya.
“Sambil kita evaluasi sistemnya apakah efektif atau tidak. Kalau belum, nanti kita buka lagi,” katanya.
Baca juga : Pemerintah Diminta Serius Jaga Stabilitas Harga Bahan Pokok
Hingga saat ini, ungkapnya, Pemprov DKI telah membangun 25 km SJUT di sejumlah wilayah di Jakarta. Pembangunan SJUT ini selaras dengan program revitalisasi trotoar di beberapa wilayah. Sehingga, kabel-kabel udara yang semrawut kini telah dimasukkan ke dalam SJUT.
“Kalau seandainya pada saat kita merevitalisasi trotoar belum ada SJUT, tetap kita turunkan, tapi sifatnya sementara. Jadi sementara yang penting turun, begitu SJUT masuk, yang sementara ini kita geser, kita relokasi,” ungkapnya.
Menurutnya, kabel-kabel udara yang telah dimasukkan ke dalam SJUT antara lain di kawasan Mampang Prapatan, Kebayoran Lama, Kebayoran Baru, Cikajang, Pattimura dan lainnya. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya