Dark/Light Mode

Kembali Diserbu PKL

Kota Tua Kumuh Dan Semrawut Mirip Pasar

Sabtu, 21 Januari 2023 07:30 WIB
Kawasan Kota Tua. (Foto: Antara).
Kawasan Kota Tua. (Foto: Antara).

 Sebelumnya 
Jika mereka tetap bandel, Pemkot Jakbar akan bersikap tegas dan memastikan tidak ada lagi celah untuk masuk berjualan di area zona merah.

“Kami akan mengangkut ba­rang dagangan PKL yang masih membandel,” tegasnya.

Sekadar informasi, dalam video Kota Tua yang viral mem­perlihatkan banyaknya PKL ber­jualan di kawasan Kota Tua. Para PKL menjajakan dagangannya di tengah kepadatan pengunjung.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Barat Agus Irwanto menilai, video viral terkait Kota Tua tersebut direkam saat libur Natal dan Tahun Baru 2022.

Baca juga : SIM Keliling Tangerang Kota 14 Januari, Hadir Di City Mall Pasar Baru

Agus menuturkan, pihaknya menjaga Kota Tua 24 jam setiap hari sebagai langkah antisipasi. Pihaknya, juga sudah melakukan edukasi kepada pedagang pada akhir tahun 2022. Dia mempersi­lakan pedagang berjualan, tetapi di tempat yang sudah disediakan.

“Selain melakukan edukasi, kami mendata, terjadi penam­bahan pedagang hampir tiga kali lipat,” kata Agus.

Menurut dia, pedagang lama yang sudah terdata di Kota Tua sebanyak 300 pedagang. Namun sayang, jumlahnya melonjak tajam, hampir 900 pedagang.

Ketua Forum Warga Kota Ja­karta (Fakta) Azas Tigor Nainggolan meminta Pj Gubernur Heru untuk segera melakukan penataan kawasan publik. Salah satunya, kawasan Kota Tua.

Baca juga : SIM Keliling Tangerang Kota 7 Januari, Hadir Di City Mall Pasar Baru

“Sudah saatnya kawasan Kota Tua dibersihkan, ditertibkan dan ditata kembali menjadi kawasan yang rapi dan ramah,” kata Azas, kemarin.

Azas yakin Pemprov DKImampu membersihkan kawasan Kota Tua. Seperti yang telah dilakukan di kawasan sekitar Grand Indonesia, Thamrin City dan Plaza Indonesia di Kebon Kacang, Jakarta Pusat dari PKL serta parkir liar.

Menurut dia, banyaknya ka­wasan publik yang semrawut lantaran beberapa tahun terakhir ini didiamkan saja. Alasan pembiaran kesemrawutan untuk memfasilitasi pengunjung.

“Akhirnya berkepanjangan. Kawasan Kota Tua menjadi ku­muh karena dibiarkan dan tidak diurus,” ujarnya.

Baca juga : Taman Kota Tarutung Didorong Jadi Pematik Wisata

Azas menyebut, penataan kawasan publik bisa dilakukan dengan membangun sistem kerja bersama seluruh elemen atau ja­jaran dinas di Pemprov DKI. Pe­nataan PKL harus disertai dengan konsep alternatif sehinga mereka terus bisa berusaha. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.