Dark/Light Mode

Bakal Dimasukkan Dalam Pasal Khusus Di Raperda

EBT Jadi Solusi Atasi Kualitas Udara Di DKI

Minggu, 9 Juli 2023 07:30 WIB
Anggota Bapemperda Ismail. (Foto: Dok. DPRD DKI Jakarta)
Anggota Bapemperda Ismail. (Foto: Dok. DPRD DKI Jakarta)

 Sebelumnya 
“Kita punya energi hanya 0,1 Mega Watt (MW). Dan 0,1 MW ini kita harus membuat tanggul dari ujung Utara Jakarta sampai ujung Selatan Jakarta. Jadi, infrastruktur yang harus kita bangun begitu banyak,” ujarnya.

Selain dua faktor itu, kendala teknis di lapangan juga banyak. Misalnya, kualitas air Ciliwung yang tidak bagus, sumbatan jalan dan jembatan yang sulitkan pem­bangunan infrastruktur sehingga penggunaan air Ciliwung sebagai sumber EBT sulit diwujudkan.

Baca juga : Hingga 2022, OJK Tuntaskan 99 Perkara Kasus Di Sektor Jasa Keuangan

“Ini yang membuat hydro­power agak sulit diimplemen­tasikan di Jakarta,” kata Arya.

Pakar Kelistrikan dari Sekolah Teknik Elektro dan Informa­tika (STEI) Institut Teknologi Bandung (ITB) Syarif Hidayat mengungkapkan, merujuk pada data hasil riset lembaga Energi Reform, potensi EBT di Jakarta berasal dari dua teknologi PLTS.

Baca juga : Soal Beras Dan Pangan, Mendag Zulhas Bicara Stimulus Atasi Masalahnya

Yakni, PLTS yang dipasang di rooftop (atap) rumah atau gedung dan PLTS yang dipasang sebagai kaca dinding gedung. Totalnya mencapai 352 MW. Kedua teknologi itu memiliki keunggulan masing-masing.

“Dari segi investasi, sebenarnya sih hampir sama. Tinggal pilih mau pakai yang mana dan itu sangat potensial. Teknologinya su­dah ada. Bahkan tenaga ahli yang membuatnya, Indonesia punya. Kita sudah siap,” katanya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.