Dark/Light Mode

Penghuninya Tetap Kerja Meski Didesak Mundur

Ruang Kerja Bara Hasibuan Banyak Banget Tempelan

Kamis, 10 Januari 2019 12:09 WIB
Ruang kerja Bara Hasibuan sedang ramai oleh staf dan tenaga ahli.
Ruang kerja Bara Hasibuan sedang ramai oleh staf dan tenaga ahli.

RM.id  Rakyat Merdeka - Posisi Bara Hasibuan sebagai Wakil Ketua Umum PAN di ujung tanduk. Penyebabnya, ratusan kader muda PAN mendesaknya mundur dari keanggotaan partai, maupun DPR. Bara dianggap mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin. Padahal PAN mengusung Prabowo-Sandi.

Ditengah desakan mundur itu, Bara bekerja seperti biasa. Anggota DPR dari daerah pemilihan Sulawesi Utara ini, tetap berkantordi ruang kerjanya. Ruang 2029, Gedung Nusantara 1 DPR, Kompleks DPR/MPR Senayan, Jakarta. “Bapak tetap ngantor. Tapi, hari ini ada rapat di DPP PAN,” ujar Tenaga Ahli Bara Hasibuhan, Leo pada Selasa (8/1). 

Ruang kerja Bara berada di lantai 20. Posisinya berada di tengah-tengah ruang kerja anggota DPR dari Fraksi PAN. Tidak ada yang berubah dari ruangan kerjanya. Hanya pintu masuk yang diganti dengan bahan kayu. 

Baca juga : Sumba Tengah Digoyang Gempa 5,2 SR

Sedangkan dinding dan ruangan tetap dibiarkan seperti awalnya. Di pintu warna coklat itu, tertempel nama Bara Khrisna Hasibuan. Lengkap dengan nomor ruangan, 2029. “Bapak mulai menjadi anggota DPR sejak 2017,” Leo berucap. Masuk lebih dalam, terdapat ruang kerja. Tidak terlalu luas. Terdapat meja untuk staf dan tenaga ahli yang berjumlah lima orang. Mereka sibuk menyelesaikan puluhan berkas yang tertumpuk di atas meja. 

Dinding ruang kerjanya dipenuhi tempelan jadwal kegiatannya sebagai anggota Komisi VII DPR maupun di DPP PAN. Beberapa lukisan kecil juga dipajang di dinding bercat putih itu. Pun sebuah peta Pulau Sulawesi. Sehingga, dinding itu nyaris tidak menyisakan ruang kosong. Di ruangan kerjanya tidak ada foto pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin, maupun Prabowo-Sandiaga. “Kami hanya menempel agenda bapak sehari hari,” ucap Leo. 

Bagaimana tanggapan Bara Hasibuan? 

Baca juga : Pegawai KPK Curiga Pelaku Teror Orang Yang Sama

Dia mengaku, tidak mengetahui alasan mengenai desakan mundur yang disampaikan ratusan kader muda PAN. Sebab, ia merasa tidak memiliki kesalahan selama menjadi anggota Dewan maupun partai. Karena itu, dia akan berusaha mempertahankan jabatannya di DPP PAN. “Tidak ada yang salah dengan apa yang saya lakukan selama ini,” ujar Bara dalam keterangannya,. 

Menurut Bara, sikapnya yang mendukung beberapa kader PAN pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin, bertujuan menjaga solidaritas partai menghadapi Pilpres dan Pileg 2019. “Saya hanya membela pengurusyang mendukung Jokowi secara terbuka. Mendukung keberanian mereka,” tandasnya. 

Bara pun menyarankan, seluruh caleg PAN di berbagai daerah yang menjadi basis pendukung Jokowi-Ma’ruf, hanya fokus memenangkan suara partai. Tak perlu memaksakan masyarakat untuk mendukung Prabowo-Sandi. 

Baca juga : Penunjaman Lempeng Indo Australia Pengaruhi Gempa Aceh Barat

“Ini saya lakukan untuk kepentingan partai, agar dapat suara signifikan di Pileg,” tandasnya. Bara juga mengaku realistis, mayoritas masyarakat di dapilnya yang berada di Sulut, mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin. “Mayoritas di sana itu basisnya Pak Jokowi,” ucapnya.  Malahan, bila DPP PAN memilih memecat para pengurus daerah yang mendukung Jokowi, dia menilai hal itu adalah kesalahan besar. Sebab, hal itu akan merugikan partai pada Pileg 2019. 

Bara lantas mencontohkan, jika langkah Ketua DPW PAN Kalimantan Selatan, Muhiddin mendukung Jokowi-Ma’ruf berujung pada pemecatan, justru akan merugikan partai. Sebab, Muhiddin bukan orang sembarangan. Muhiddin aset bagi partai, karena pernah menjadi walikota dua periode. “Dia betul-betul paham kondisi Kalsel, dan kami rekrut untuk membesarkan PAN di Kalsel,” ingatnya. [TIF]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.