Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Penunjaman Lempeng Indo Australia Pengaruhi Gempa Aceh Barat
Kamis, 10 Januari 2019 05:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Aceh Barat pada Rabu (9/1), pukul 16.39 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa bumi berada pada koordinat 95,58° BT dan 3,71° LU, dengan kekuatan 5,1 Skala Richter (SR).
Gempa yang berada pada kedalaman 10 km itu, berjarak 104 km Baratdaya Kaupaten Aceh Barat, Aceh. Berdasarkan Geo Forschungs Zentrum (GFZ)Jerman, pusat gempa bumi berada pada koordinat 95,66° BT dan 3,87° LU, dengan magnitudo 5,1 mb pada kedalaman 53 km.
Berdasarkan The United States Geological Survey (USGS), Amerika, pusat gempa bumi berada pada koordinat 95,881° BT dan 3,911° LU, dengan magnitudo 5,1 pada kedalaman 53,1 km.
Baca juga : Gempa Sukabumi Dipicu Aktivitas Penunjaman Lempeng Indo-Australia
Terkait hal ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menjelaskan, kegempaan di Pulau Sumatera sangat dipengaruhi oleh penunjaman Sunda di sebelah Barat P. Sumatera dan Sesar Besar Sumatera.
Secara litologi, daerah di P. Sumatera yang paling dekat dengan pusat gempa bumi tersusun oleh alluvium berupa endapan kerikil, pasir dan lempung yang menempati pedataran pantai dan daerah aliran sungai. Endapan termuda ini menutupi Formasi Meulaboh berumur Plistosen.
P. Simeuleu bagian utara tersusun oleh formasi berumur Tersier, sehingga guncangan di P. Simeulue diperkirakan lebih kecil daripada guncangan di Meulaboh dan sekitarnya. Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi dan kedalamannya, diperkirakan gempa bumi ini merupakan gempa bumi intraslab, yaitu terjadi pada tubuh Lempeng Indo-Australia, yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia.
Baca juga : Aman, Operasional Penerbangan Pasca Gempa Manokwari
Intensitas guncangan gempa bumi terbesar, dirasakan di wilayah yang berdekatan dengan pusat gempa bumi. Intensitasnya semakin melemah seiring bertambahnya jarak dengan pusat gempa bumi. Berdasarkan BMKG, guncangan gempa bumi dirasakan di Nagan Raya, Aceh dengan intensitas III MMI (Modified Mercalli Intensity).
Gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami, karena energinya tidak cukup kuat untuk menyebabkan deformasi di bawah laut. Hingga tanggapan ini dibuat, belum ada informasi kerusakan yang diakibatkan gempa bumi ini.
Dalam kondisi seperti ini, masyarakat diiimbau untuk tetap tenang, dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas Badan Penangggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab, mengenai gempa bumi dan tsunami. Selain itu, masyarakat juga diminta tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan, yang diharapkan berkekuatan lebih kecil. [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya