Dark/Light Mode

Pantang Menyerah, Surya Tjandra Sukses Jadi Wakil Menteri

Jumat, 25 Oktober 2019 14:53 WIB
(Foto: IG @suryatjandra)
(Foto: IG @suryatjandra)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Surya Tjandra adalah orang hebat. 

Ia tak pernah menjadikan alasan keterbatasan ekonomi, sebagai halangan untuk maju. Surya justru menjadikannya sebagai pecut untuk maju. Ia sangat termotivasi untuk mengubah hidup.

Seperti kisah hidupnya yang dimuat dalam situs resmi PSI, Surya dibesarkan di keluarga yang tak berpunya. Orangtuanya adalah pedagang ayam potong di Pasar Jatinegara, Jakarta.

Kala itu, Surya dan orangtuanya tinggal di rumah kontrakan dan kerap berpindah-pindah. Tapi, tidak pernah terlalu jauh dari pasar Jatinegara.

Berita Terkait : Toyota Crown Hybrid Jadi Mobil Dinas Menteri

Karena kondisi ekonomi yang tidak mencukupi, Surya dan kakak-kakaknya pernah tidak diperkenankan mengambil rapor sebelum melunasi biaya sekolah.

Karena kondisi ekonomi yang sulit juga, dua kakaknya Surya terpaksa berhenti kuliah.

Namun, Surya yang kini menjadi Dosen Tetap Universitas Katolik Atma Jaya, Jakarta, pantang menyerah. Dia pun bertekad masuk sekolah negeri, agar tak pusing memikirkan biaya.

Surya yang menamatkan pendidikan menengahnya di SMA Negeri 68, Jakarta Pusat, berhasil diterima di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI). Selanjutnya, ia meneruskan pendidikannya di bidang hukum untuk program S2 (di Universitas Warwick, Inggris) dan program S3 (di Universitas Leiden, Belanda).

Berita Terkait : Mantan Menkes Siti Fadilah Supari Nilai Terawan Pas Jadi Menkes

Ini adalah pencapaian sukses yang luar biasa hebat.

Surya yang punya sensitivitas yang tinggi dengan isu kemiskinan dan ketidakadilan, awalnya bekerja untuk Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, LSM yang menyediakan bantuan hukum bagi rakyat miskin dan buta hukum.

Ia kemudian diplot di Divisi Perburuhan yang fokus untuk pembelaan bagi, terutama buruh industri.

Dari situ, Surya jatuh cinta pada hukum perburuhan hingga sekarang.

Berita Terkait : Budi Karya Happy Kembali Dipercaya Jadi Menhub

Kepedulian Surya pada isu perburuhan terlihat jelas ketika ia terlibat dalam Komite Aksi Jaminan Sosial, aliansi besar gerakan sosial yang terdiri dari serikat buruh, tani, nelayan, mahasiswa, LSM, dan lain-lain untuk mengajukan gugatan terhadap pemerintah ke pengadilan, terkait kelalaian pemerintah dalam melaksanakan perintah UU No. 40/2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (UU SJSN).

Surya yang berperan sebagai Koordinator “Tim Pembela Rakyat untuk Jaminan Sosial” menjadi kuasa hukum dari ratusan penggugat, yang berasal dari berbagai kalangan masyarakat. Dia juga bertanggung jawab dalam merancang gugatan, hingga mengikuti persidangan di pengadilan. [HES]