Dark/Light Mode

Efek Pemilu, Ekonomi Jakarta Triwulan I 2024 Turun Berbanding Tahun Lalu

Selasa, 7 Mei 2024 08:04 WIB
Kepala Kantor Perwakilan BI DKI Arlayana Abubakar. (Foto: Ist)
Kepala Kantor Perwakilan BI DKI Arlayana Abubakar. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta pada triwulan I 2024 tetap kuat sebesar 4,78 persen (yoy), meskipun sedikit melambat dibandingkan triwulan sebelumnya (4,85 persen yoy). Dari sisi permintaan, pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta yang tetap kuat ditopang oleh meningkatnya konsumsi Rumah Tangga (RT), konsumsi Pemerintah dan konsumsi  Lembaga Non Profit yang Melayani Rumahtangga (LNPRT).

Kepala Kantor Perwakilan BI DKI Arlayana Abubakar menjelaskan, di sisi lain, ekspor dan investasi tumbuh melambat. Adapun impor tumbuh meningkat sehingga turut menjadi penahan pertumbuhan. Sementara itu, dari sisi Lapangan Usaha (LU) utama, pertumbuhan terutama ditopang oleh meningkatnya kinerja LU perdagangan, LU konstruksi, dan LU infokom. Namun, LU utama lainnya seperti industri pengolahan dan jasa keuangan tumbuh lebih rendah.

Dari sisi permintaan, konsumsi RT tumbuh sebesar 5,25 persen (yoy), lebih tinggi dari triwulan sebelumnya yang tumbuh 5,23 persen (yoy). Pertumbuhan terutama didorong oleh meningkatnya konsumsi pada kelompok hotel dan restoran serta kelompok transportasi, komunikasi, rekreasi dan budaya. Selanjutnya, konsumsi Pemerintah juga tumbuh lebih baik dengan pertumbuhan yang tinggi mencapai 30,30 persen (yoy), dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang mencatat kontraksi 5,04 persen.

Baca juga : Inflasi Jakarta Selama Idul Fitri 2024 Paling Rendah Dalam 3 Tahun Terakhir

Konsumsi Pemerintah yang tumbuh lebih baik terutama didorong oleh meningkatnya belanja pegawai sejalan dengan kenaikan gaji ASN dan penyaluran THR yang lebih awal serta meningkatnya belanja barang dan jasa untuk mendukung pemilu 2024. Adapun konsumsi LNPRT tumbuh tinggi mencapai 19,70 persen (yoy) dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 15,43 persen (yoy) sejalan dengan meningkatnya aktivitas partai politik untuk mendukung pemilu serta meningkatnya aktivitas lembaga keagamaan dan organisasi masyarakat pada bulan Ramadhan.

"Adapun ekspor tumbuh melambat dari 4,46 persen (yoy) pada triwulan sebelumnya menjadi 3,23 persen (yoy) pada triwulan I 2024," ungkap Arlyana dalam keterangan tertulis, Selasa (7/5/2024).

Perlambatan terutama disebabkan oleh kontraksi pada ekspor barang terutama pada komoditas mesin dan peralatan listrik, kendaraan dan bagiannya serta lemak dan minyak hewan/nabati. Kinerja investasi juga tertahan dari 5,17 persen (yoy) pada triwulan IV 2023 menjadi 4,36 persen (yoy) pada triwulan I 2024 dipengaruhi oleh wait and see investor pada periode Pemilu sebagaimana pola historisnya. Selain itu, impor tumbuh meningkat dari 3,16 persen (yoy) menjadi 6,30 persen (yoy) sehingga turut menjadi penahan pertumbuhan.

Baca juga : Ramalan Cuaca Jakarta Hari Ini Rabu 1 Mei 2024, Info BMKG Sebut Siang Hujan

Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi Jakarta terutama ditopang oleh meningkatnya kinerja LU perdagangan dengan pertumbuhan sebesar 5,46 persen (yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya (3,78 persen; yoy) yang tercermin dari meningkatnya indeks penjualan ritel serta membaiknya penjualan kendaraan roda dua. LU konstruksi juga tumbuh meningkat dari 4,53 persen (yoy) menjadi 6,27 persen (yoy) sejalan dengan masih berlanjutnya pembangunan berbagai proyek strategis baik Pemerintah maupun swasta di DKI Jakarta.

Adapun LU infokom juga tumbuh lebih tinggi menjadi sebesar 6,38 persen (yoy), dari triwulan sebelumnya (5,57 persen yoy) yang bersumber dari meningkatnya penggunaan paket data dan internet, serta meningkatnya jumlah penonton bioskop sejalan dengan meningkatnya konsumsi RT.

Sementara itu, LU utama lainnya seperti LU industri pengolahan mengalami kontraksi 0,53 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya (2,54 persen yoy) yang terutama dipengaruhi oleh melambatnya kinerja ekspor sehingga menahan kinerja industri pengolahan. LU jasa keuangan juga tumbuh lebih rendah menjadi sebesar 2,02 persen  (yoy) dari triwulan sebelumnya yang tumbuh mencapai 10,24 persen (yoy) sejalan dengan melambatnya kinerja jasa penunjang keuangan.

Baca juga : Yaqut: Penyelenggaraan Haji 2024 Harus Jadi yang Terbaik di Pemerintahan Jokowi

Ke depan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta akan terus memonitor berbagai perkembangan perekonomian baik di tingkat daerah, nasional, maupun global. Kantor Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta juga terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mendorong momentum akselerasi pemulihan ekonomi DKI Jakarta di berbagai sektor guna mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang tetap tinggi dan lebih inklusif.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.