Dark/Light Mode

Inflasi Jakarta Selama Idul Fitri 2024 Paling Rendah Dalam 3 Tahun Terakhir

Kamis, 2 Mei 2024 23:25 WIB
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta Arlyana Abubakar. (Foto: Ist)
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta Arlyana Abubakar. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tekanan inflasi Jakarta pada periode HBKN Idul Fitri menurun. Inflasi pada April 2024 sebesar 0,26 persen (mtm), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 0,37 persen (mtm).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta Arlyana Abubakar mengatakan, inflasi tersebut juga lebih rendah dibandingkan rata-rata inflasi pada periode HBKN idul fitri selama 3 tahun terakhir (0,50 persen mtm). Lebih rendahnya inflasi terutama disebabkan oleh deflasi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

Baca juga : Tim SAR Temukan 2 Korban Tenggelam Di Sungai Ciliwung Dalam Kondisi Tak Bernyawa

Di sisi lain, kelompok transportasi, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, serta kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran menjadi penyumbang inflasi Jakarta pada April 2024.

"Secara tahunan, Jakarta mengalami inflasi sebesar 2,11 persen (yoy), masih terkendali dalam sasaran 2,5±1 persen, dan lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya (2,18 persen, yoy). Inflasi tersebut juga lebih rendah dari Nasional (3,00 persen, yoy)," jelas Arlyana dalam keterangan tertulis, Kamis (2/5/2024).
 
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami deflasi sebesar 0,15 persen (mtm), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencatat inflasi 1,33 persen (mtm). Deflasi pada kelompok tersebut terutama disebabkan oleh deflasi pada komoditas cabe merah, beras, telur ayam ras, cabe rawit, dan sawi hijau.

Baca juga : Cuaca Jakarta Hari Ini Selasa 30 April 2024 Hujan Atau Panas Menurut Info BMKG?

Penurunan harga cabe merah, cabe rawit, dan beras didukung oleh meningkatnya jumlah pasokan sejalan dengan masa panen raya yang berlangsung di beberapa wilayah sentra.

"Adapun penurunan harga telur ayam ras juga didukung oleh jumlah pasokan yang meningkat disertai dengan harga pakan yang mulai mengalami penurunan seiring dengan mulai masuknya masa panen jagung di beberapa daerah penghasil," jelasnya.
 
Sementara itu, kelompok transportasi mengalami inflasi sebesar 0,77 persen (mtm), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang mencatat deflasi 0,01 persen (mtm). Inflasi pada kelompok tersebut terutama didorong oleh meningkatnya tarif angkutan udara dan tarif angkutan antar kota.

Baca juga : Aman! Info BMKG Sebut Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 28 April 2024 Tidak Hujan

Meningkatnya tarif kedua jenis transportasi tersebut dipengaruhi oleh tingginya permintaan pada periode HBKN Idulfitri sejalan dengan adanya budaya mudik lebaran. Selain itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga mengalami peningkatan inflasi menjadi sebesar 1,32 persen (mtm) dari 0,73 persen (mtm) pada bulan sebelumnya.

Meningkatnya inflasi terutama didorong oleh meningkatnya harga pada komoditas emas perhiasan sejalan dengan meningkatnya harga emas global. Adapun kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran pada April 2024 juga mencatat inflasi 0,41 persen (mtm), lebih tinggi dibandingkan inflasi pada bulan sebelumnya (0,19 persen; mtm), yang terutama didorong oleh meningkatnya inflasi pada komoditas sop, bakso siap santap, dan soto seiring dengan meningkatnya permintaan pada HBKN Idulfitri.
 
 Realisasi inflasi DKI Jakarta yang masih terkendali tidak terlepas dari sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi DKI Jakarta yang semakin kuat. Selama April 2024, TPID Provinsi DKI Jakarta telah melakukan berbagai kegiatan dalam rangka pengendalian inflasi, antara lain (1) Program Sembako Murah di sejumlah kelurahan di Jakarta dan Program Pangan Bersubsidi di 5 wilayah administrasi Kota Jakarta; (2) Fasilitasi subsidi ongkos angkut pada kegiatan Pasar Murah bersinergi dengan Food Station, Perumda Pasar Jaya, dan Perumda Pasar Jaya; (3) Kerjasama antara Food Station dengan Padigital Graha Utama mengenai Pembangunan Ekosistem Pertanian Khususnya Padi dan Jagung; (4) Panen raya se-Jakarta Timur untuk komoditas sayur dan ikan dengan total hasil panen sebesar 822 ton; serta (5) Rapat Koordinasi TPID mingguan dalam rangka pemantauan stok dan harga.
 
Ke depan, sinergi TPID DKI Jakarta akan terus diperkuat untuk memastikan strategi 4K (Ketersediaan Pasokan, Keterjangkauan Harga, Kelancaran Distribusi dan Komunikasi Efektif) dapat berjalan baik dan efektif, utamanya melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP). Dengan berbagai upaya sinergi dan kolaborasi tersebut, inflasi Jakarta diharapkan dapat tetap terkendali dalam sasaran yang lebih rendah yaitu 2,5±1 persen pada tahun 2024.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.