Dark/Light Mode

Satpol PP Dan Polisi, Segera Bekuk Para Pelakunya

Telan Banyak Korban, Ranjau Paku Teror Para Pengendara

Senin, 2 September 2024 06:50 WIB
Ranjau paku di jalan Kyai Haji Hasyim Ashari, Jakarta. (Foto: ANTARA/Zabur Karuru)
Ranjau paku di jalan Kyai Haji Hasyim Ashari, Jakarta. (Foto: ANTARA/Zabur Karuru)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ranjau paku dan jari-jari payung untuk bikin ban motor bocor di sejumlah titik jalan di Jakarta meresahkan pengendara. Sebab, korbannya makin banyak, namun pelakunya belum dibekuk.

Ranjau paku dan jari-jari ti­dak bisa dianggap sepele. Sebab, ranjau itu dapat menyebabkan kecelakaan.

Salah seorang pendiri Ko­munitas Sapu Bersih Ranjau (Saber) Rohim mengungkapkan, jalan rawan ranjau paku, antara lain daerah Roxy, Cideng, dan sekitar Istana Negara.

“Daerah itu sejak dulu rawan sekali, bahkan sehari saya dapat 7 kilogram (kg) paku,” kata Rohim kepada Rakyat Merdeka, Sabtu (31/8/2024).

Untuk wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur, disebutkan­nya, jalan rawan ranjau paku, antara lain di sepanjang Jalan Gatot Subroto sampai MT Hary­ono. Kemudian, flyover Slipi, sekitar kawasan gedung BPK, BNI, Senayan Semanggi, Tebet dan Cawang. Lalu, Jalan Dewi Sartika dan Jalan Kalimalang.

Baca juga : Blaugrana Kokoh Di Kursi Puncak

Rohim menceritakan, dirinya sudah mulai terjun menjadi rela­wan penyapu ranjau sejak 2010. Saat itu, dia masih bekerja di wilayah Green Garden, Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Kala itu, Rohim masih naik sepeda gowes untuk kerja.

Nah, saat pulang kerja dari Green Garden ke kontrakan di daerah Cengkareng, di sepan­jang Jalan Daan Mogot, dia menemukan banyak ranjau paku.

“Pertama kali saya cuma ping­girkan (paku) pakai kaki. Keeso­kannya, sepulang kerja, di tem­pat yang sama saya menemukan lagi paku. Terpaksa saya turun dari sepeda, saya ambil pakai tangan,” kisahnya.

Setelah seminggu menekuni aktivitas tersebut, Rohim ber­pikir kalau membersihkan paku hanya pakai tangan memakan waktu lama.

“Saya punya ide pakai mag­net. Saya dapat magnet kecil bekas tempelan di kulkas. Ben­tuknya kayak duit logam, saya copotin, saya ikat pake kawat, bisa menampung 5-6 paku,” kenang dia.

Baca juga : Leo/Bagas Pecahkan Mitos Manusia Silver

Hingga jalan beberapa bulan, dia dikasih magnet berukuran sedang oleh kondektur Kopaja yang sering melihat Rohim mengambil paku di jalan. Rohim pun semakin giat membersihkan jalan dari ranjau paku, selepas subuh hingga pukul 07.30 WIB sebelum masuk kerja dan seha­bis Isya usai pulang kerja.

“2011, saya bersama teman menangkap pelaku penebar ranjau paku di Daan Mogot, beritanya viral,” kata Rohim.

Pada 5 Agustus 2011 Komuni­tas Saber resmi terbentuk. Saat itu anggotanya baru lima orang. Namun dengan viralnya berita penangkapan pelaku penyebar ranjau paku, akhirnya banyak orang yang ikut bergabung, yaitu 25-30 orang yang tersebar di seluruh Jakarta.

Alhamdulillah, Januari 2012, saya dan teman-teman diundang ke Polda Metro Jaya. Kami di­beri penghargaan dan diangkat jadi mitra polisi, jadi polmas (polisi masyarakat),” tuturnya.

Jika ditotal, selama 2010-2017, Komonitas Saber berhasil mengumpulkan sekitar 2 ton paku.

Baca juga : Tyas Mirasih, Lega Bertemu Anaknya Tezi

“Keseluruhan anggota Saber 2 ton, jadi total 4 ton lebih ranjau paku yang berhasil disapu dari jalan Ibu Kota,” ucapnya.

Rohim sadar kegiatannya ini berisiko tinggi, tapi dia tidak takut dan ingin terus menyapu ranjau paku.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.