Dark/Light Mode

Satpol PP Dan Polisi, Segera Bekuk Para Pelakunya

Telan Banyak Korban, Ranjau Paku Teror Para Pengendara

Senin, 2 September 2024 06:50 WIB
Ranjau paku di jalan Kyai Haji Hasyim Ashari, Jakarta. (Foto: ANTARA/Zabur Karuru)
Ranjau paku di jalan Kyai Haji Hasyim Ashari, Jakarta. (Foto: ANTARA/Zabur Karuru)

 Sebelumnya 
Dia mengaku beberapa kali mengalami intimidasi. Bahkan, di Daan Mogot dia nyaris dikeroyok dua orang oknum penyebar paku. Dia juga pernah tertabrak motor sampai kepalanya mendapat 12 jahitan, saat tengah membersihkan paku di jalan.

Selain dirinya, lanjut Rohim, rekannya juga ada yang mengalami intimidasi.

“Saat tengah asyik menyapu ranjau, joknya dirobek pakai cutter. Motor teman saya juga dirusak dan karburatornya dipe­cahin,” akunya.

Diakui Rohim, bergabung di Komunitas Saber tidak ada upah atau gaji.

Baca juga : Blaugrana Kokoh Di Kursi Puncak

“Kegiatan kami dari dulu sampai saat ini murni relawan, sukarela. Tidak ada yang bayar, tidak ada yang gaji. Dari awal juga saya niatnya mendirikan Komunitas Saber untuk mem­bantu masyarakat,” terangnya.

Rohim bilang, komunitasnya juga tidak mendapatkan ban­tuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Kadang dia menerima bantuan dari masyarakat dan Baznas. Bantuan tersebut pun digunakan untuk transportasi atau makan anggota.

Lalu, apakah yakin paku atau jari-jari payung tersebut memang sengaja ditebar? Dengan tegas Rohim menjawab sangat yakin.

“200 persen yakin, soalnya saya pernah melihat sendiri bagaimana modus mereka. Me­mang beberapa daerah itu mo­dusnya beda-beda,” ucapnya.

Baca juga : Leo/Bagas Pecahkan Mitos Manusia Silver

Di Daan Mogot, lanjut dia, ranjau yang akan ditebar itu di­masukin di kotak korek api. Lalu, 4-5 bungkus korek berisi ranjau dijatuhkan pelaku di tengah-tengah jalan yang mengendarai motor. Namun di Roxy, ranjau dibungkus pakai kantong kresek.

“Nah di Gatot Subroto itu bukan paku lagi tapi jari-jari payung, itu lebih sadis dari paku. Kalau kena itu ban jenis apapun langsung kempes, dicabut atau nggak. Kan kalau kena paku biasa, ban tubeless nggak bakal kempes kalau nggak dicabut,” jelas dia.

Menurutnya, masalah ranjau paku ini tidak bisa diatasi oleh relawan Saber. Perlu kerja sama dengan semua pihak. Terutama dari Dinas Perhubungan, Satpol PP dan Kepolisian untuk lebih serius lagi mengusut penyebar ranjau.

“Harus sama-sama gerak, kerja sama. Kami hanya se­batas meminimalisir dampak dari gangguan ranjau paku,” tegasnya.

Baca juga : Tyas Mirasih, Lega Bertemu Anaknya Tezi

Rohim yakin, masalah ran­jau paku ini bisa diatasi jika Pemerintah serius mengusut dan memberi sanksi tegas terhadap pelaku.

“Sebenarnya mereka tahu pelaku penebar ranjau paku itu, oknum penambal ban. Meski tidak semua penambal ban itu pelakunya,” kata Rohim.

Diceritakan dia, di Jalan Ga­tot Subroto, tukang tambal ban pernah ditertibkan oleh Satpol PP. Setelah ditertibkan, tidak ada ranjau paku. Tapi beberapa lama kemudian, mereka beroperasi lagi.

“Jangan anggap sepele ran­jau paku ini, dulu 2016 di fly­over Pancoran, pengendara ojol lagi bawa penumpang terkena ranjau jari-jari payung, oleng jatuh. Driver jatuh ke kiri, cos­tumer-nya ke kanan, disambar truk sampai meninggal di tem­pat,” pungkasnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.