Dark/Light Mode

Jakarta Berpotensi Terdampak Megathrust

Siap-siap, Warga Latihan Hadapi Gempa Dan Tsunami

Rabu, 18 September 2024 06:50 WIB
Ketua Sub Kelompok Pencegahan BPBD DKI Jakarta, Rian Sarsono (kanan) dalam dialog Kesiapsiagaan Provinsi DKI Jakarta Terhadap Ancaman Gempa Bumi Megathrust, di Gedung BPBD DKI Jakarta, Selasa (10/9/2024).  (Foto: ANTARA/Siti Nurhaliza/am)
Ketua Sub Kelompok Pencegahan BPBD DKI Jakarta, Rian Sarsono (kanan) dalam dialog Kesiapsiagaan Provinsi DKI Jakarta Terhadap Ancaman Gempa Bumi Megathrust, di Gedung BPBD DKI Jakarta, Selasa (10/9/2024). (Foto: ANTARA/Siti Nurhaliza/am)

 Sebelumnya 
“Tapi ini potensi, bukan pre­diksi. Kita tidak bisa mem­prediksi, bahkan Jepang yang teknologinya maju tidak bisa memprediksi kapan terjadi pasti­nya gempa. Tapi potensi itu ada, nyata,” kata Penanggung Jawab Tim Diseminasi Miti­gasi Gempabumi dan Tsunami Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Septa Anggraini.

Septa menegaskan, Megath­rust ini bukan nama atau jenis gempa, tapi salah satu sumber gempa. Selain gempa, Megath­rust dapat memicu tsunami.

“Kita ini berdiri di atas lem­peng yang bergerak, memang kita tidak merasakan pergerakan itu ya,” ujarnya.

Dengan berjalannya waktu, lempeng tersebut tidak bisa menahan elasitas lagi kemudian pa­tah tiba-tiba, sehingga terjadilah pelepasan akumulasi energi.

Baca juga : Manchester City Vs Inter Milan, Duel Para Jawara

“Yang kita rasakan di atas bumi, getaran gempa,” jelas dia.

Septa mengungkapkan, jarak Jakarta dengan sumber gempa Megathrust Selat Sunda seki­tar 300 kilometer (km). Lalu, bagaimana dengan dampaknya pada Jakarta? Septa bilang, dampak guncangan gempa ter­gantung wilayah.

Menurut dia, wilayah Jakarta akan berwarna kuning ke orange. Artinya, atau jika dilihat dari angka berada pada skala 7, yang berarti bahwa jika terjadi gempa di zona Megathrust maka kerusakan ringan hingga sedang. Ringan pada bangunan yang sudah memperhatikan standar bangunan tahan gempa.

Pada bangunan yang tidak tahan gempa, dampak keru­sakannya akan lebih buruk. Septa pun mengatakan, skenario jika gempa di zona Megathrust Selat Sunda berpotensi tsunami, yang memiliki potensi kekuatan 8,7 dengan gelombang tsunami setinggi 3 meter.

Baca juga : Badminton China Open 2024, Ginting Pulangkan Juniornya

“(Tsunami di Jakarta) Di bawah 0,5 meter. Namun kita tidak boleh “oh gampang 0,5 meter,” karena gelombang tsu­nami dengan gelombang biasa itu berbeda,” bebernya.

Dijelaskan Septa, gelombang tsunami membawa energi yang mendorong. Sangat membahayakan walaupun ketinggiannya kurang dari 0,5 meter. Septa bilang, estimasi potensi tsunami datang ke Jakarta sekitar 2 jam setelah terjadi gempa yang bertitik di zona Megathrust Selat Sunda.

Septa mengatakan, dengan estimasi ini, maka stakeholder terkait bisa memberikan imbauan kepada warga Jakarta untuk siap siaga. BMKG menyebut pentingnya investasi mitigasi terhadap kesiapsiagaan berbasis masyarakat dalam menghadapi potensi gempa Megathrust di Jakarta.

“Bukan menunggu korban,” ucapnya.

Baca juga : Inggris Hargai Indonesia Sebagai Teman Dan Mitra

Investasi ini untuk mitigasi agar mengurangi korban dan risiko. Septa menyebutkan, BMKG bersama Pemerintah, akademisi, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga terus menggencarkan kesiap­siagaan berbasis masyarakat me­lalui program “Tsunami Ready C ommunity”.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Rabu, 18 September 2024 dengan judul Jakarta Berpotensi Terdampak Megathrust, Siap-siap, Warga Latihan Hadapi Gempa Dan Tsunami

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.