Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Disarankan Ada Kajian Lebih Dulu
Dewan Restui Tarif Air PAM Naik, Untuk Menengah Atas
Rabu, 20 November 2024 06:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta merestui rencana Perusahaan Umum Daerah (Perumda) PAM Jaya menaikkan tarif air perpipaan. Hanya saja, langkah itu diharapkan tidak diberlakukan untuk pelanggan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Direktur Utama Perumda PAM Jaya, Arief Nasrudin beralasan, pihaknya mengusulkan kenaikan tarif karena selama 18 tahun, tidak pernah naik.
“Apa yang menjadi saran dan masukan DPRD Komisi B, bisa dilaksanakan. Namun saya akan mempertimbangkan beberapa saran,” ungkap Arief kepada jajaran Komisi B DPRD DKI usai melakukan peninjauan pembangunan SPAM Buaran III di Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (13/11/2024).
Salah satu saran Komisi B DPRD DKI Jakarta, yakni tidak menaikkan tarif atau bahkan menurunkan tarif air bagi MBR.
Baca juga : Tim Matador Kokoh Di Puncak Klasemen
Usulan tersebut, ditegaskan Arief, akan ditinjau kembali. Sehingga masyarakat yang membutuhkan pun tidak terbebani dengan rencana kenaikan tarif air perpipaan.
“Tarif untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah akan kita pertahankan. Bahkan kita turunkan. Ini mungkin bisa menjadi program khusus PAM Jaya. Nanti kami tinjau sekali lagi untuk mereka yang memang perlu dibantu,” ungkapnya.
Ia menyampaikan, rencana kenaikan tarif air Perumda PAM Jaya sudah melalui kajian. Saat ini, pihaknya tengah berupaya agar penerapan rencana ini tidak membebani MBR.
“Sebenarnya kajiannya sudah selesai semua. Sekarang cuma memutuskan siapa masyarakat yang perlu dibantu,” ungkapnya.
Baca juga : Badminton China Masters 2024, Jojo Pulangkan Kean Yew
Arief mengajak masyarakat untuk menggunakan air PAM sesuai dengan jenis golongan pelanggan. Karena, masih ada masyarakat yang menggunakan air PAM tak sesuai golongannya. Ada yang digunakan untuk kepentingan usaha atau kebutuhan komersial seperti cucian motor, tempat pengisian air isi ulang dan WC umum.
“Akibatnya NRW (non revenue water)-nya tinggi,” kata Arief.
Arief mengatakan, jika air PAM digunakan untuk kebutuhan komersial, harusnya tarifnya disesuaikan sesuai peruntukan.
Ia memahami, aktivitas masyarakat itu untuk mencari nafkah. Namun, menurut Arief, usaha tersebut tidak boleh merugikan masyarakat sekitarnya. Karena masyarakat lain juga butuh air bersih.
Baca juga : Tom Lembong Sempat Diperiksa 4 Kali Sebelum Jadi Tersangka
“Kalau air hanya digunakan di satu titik (komersial). Sementara yang lain tidak kebagian distribusi air, kasihan masyarakat yang tidak dapat air bersih. Masyarakat yang menggunakan untuk kepentingan bisnis harus menyadari itu,” tegasnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya