Dark/Light Mode

Pemprov Jakarta Catat Ada 808 Bencana Hidrometeorologi Sepanjang 2024

Selasa, 17 Desember 2024 21:02 WIB
Konferensi pers persiapan menghadapi musim hujan, potensi cuaca ekstrem, dan langkah-langkah mitigasi bencana banjir di Jakarta. (Foto: Zahra/RM)
Konferensi pers persiapan menghadapi musim hujan, potensi cuaca ekstrem, dan langkah-langkah mitigasi bencana banjir di Jakarta. (Foto: Zahra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah mencatat 808 kejadian bencana hidrometeorologi sepanjang tahun 2024. Dari jumlah tersebut, 109 di antaranya merupakan kejadian banjir, 317 kejadian genangan jalan, 13 kejadian angin kencang, 333 kejadian pohon tumbang, dan 36 kejadian tanah longsor.

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Teguh Setyabudi mengatakan, bencana-bencana tersebut dapat ditangani dengan baik, berkat berbagai pembangunan infrastruktur dan upaya mitigasi yang dilakukan pemerintah.

“Tercatat ada beberapa wilayah yang menjadi langganan genangan atau banjir sejak tahun 2020 hingga 2024, dengan 21 kecamatan, 42 kelurahan, 72 RW, dan 198 RT yang sering terdampak. Kami berterima kasih kepada berbagai pihak yang sudah bekerja keras untuk mengurangi dampak tersebut,” ujar Teguh saat konferensi pers di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (17/12/2024).

Menurut Teguh, Pemprov telah mengantisipasi cuaca ekstrem yang diprediksi akan terjadi pada bulan Desember, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). BMKG memprediksi curah hujan tinggi pada 7-9 Desember, dengan puncaknya pada 15 Desember.

Baca juga : Kinerja bank bjb Kinclong di Sepanjang Tahun 2024

“Untuk itu, kami sudah melakukan koordinasi dan langkah-langkah preventif,” tambahnya.

Teguh juga menjelaskan bahwa banjir bisa disebabkan oleh tiga faktor utama, yaitu luapan sungai, hujan lokal, dan rob. Luapan sungai, misalnya, bisa terjadi jika ada hujan lebat di hulu sungai yang mengalir hingga ke Jakarta. Sementara itu, fenomena rob disebabkan oleh pasang surut air laut dan penurunan permukaan tanah.

“Kami sedang membangun tanggul pantai sepanjang 39 km untuk mengatasi rob, tetapi ada sekitar 16,1 km tanggul yang masih belum selesai dibangun,” jelas Teguh.

Selain membangun infrastruktur penanggulangan banjir, Pemprov DKI Jakarta juga telah melibatkan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk mengurangi intensitas hujan lebat yang diperkirakan akan terjadi. Teguh mengungkapkan bahwa pada 5 Desember 2024, pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama BMKG mengadakan rapat untuk memitigasi dampak cuaca ekstrem.

Baca juga : Mentan Ajak Gotong Royong Capai Swasembada Pangan

“Dengan menggunakan teknologi modifikasi cuaca, Alhamdulillah, kami berhasil mengurangi intensitas hujan yang diperkirakan turun pada 7-9 Desember. Begitu juga dengan prediksi hujan lebat pada pertengahan Desember, kami terus memantau dan melakukan upaya-upaya agar Jakarta tidak terulang kembali seperti bencana banjir besar tahun 2020,” ujar Teguh.

Pj Gubernur juga mengungkapkan bahwa permasalahan rob di Jakarta masih menjadi tantangan utama. Tanggul pantai sepanjang 39 km yang seharusnya dibangun untuk menanggulangi rob masih belum sepenuhnya selesai.

“Sebagian besar sudah dibangun, namun masih ada sekitar 16,1 km yang belum, terutama di Muara Angke, Pantai Mutiara, dan Ancol Barat,” ujar Teguh.

Teguh menekankan bahwa pemprov telah mengambil langkah proaktif dalam mengantisipasi dampak rob, dengan melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat, instansi terkait, serta masyarakat.

Baca juga : Warga Jakarta Diimbau Jaga Ketertiban Selama Masa Tenang Pilgub 2024

“Setiap kali rob terjadi, kami langsung mengerahkan personel untuk membantu masyarakat yang terdampak, termasuk melakukan evakuasi jika diperlukan,” kata Teguh.

Teguh juga menekankan pentingnya kolaborasi antar instansi dan edukasi kepada masyarakat untuk menghadapi potensi bencana. Pemerintah DKI Jakarta, bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan pihak terkait lainnya, selalu siap untuk membantu warga yang terkena dampak bencana.

“Untuk menghadapi potensi banjir dan rob, kami tidak hanya bergantung pada infrastruktur dan teknologi, tetapi juga mengandalkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak lainnya,” tutup Teguh.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.