Dark/Light Mode

Bicara Udara Dorong Pramono-Rano Atasi Pencemaran Dan Polusi

Kamis, 19 Desember 2024 12:04 WIB
Biru Talks bertajuk Menantang Cagub Jakarta Selesaikan Polusi Udars di Tebet, Jakarta, Kamis (14/11/2024) malam. Foto: Istimewa
Biru Talks bertajuk Menantang Cagub Jakarta Selesaikan Polusi Udars di Tebet, Jakarta, Kamis (14/11/2024) malam. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Bicara Udara menantang Gubernur dan Wakil Gubernur Daerah Khusus Jakarta (DKJ) terpilih Pramono Anung-Rano Karno untuk menyelesaikan permasalahan polusi udara di Jakarta.

Menurut Bicara Udara, polisi udara di Jakarta semakin mengancam kesehatan dan produktivitas warganya. Co-Founder Bicara Udara Novita Natalia mengatakan, isu polusi udara harus menjadi agenda utama dalam kepemimpinan baru.

"Kualitas udara di Jakarta tidak bisa lagi diabaikan. Kami berharap Gubernur Jakarta terpilih segera mengambil tindakan tegas dan menerapkan kebijakan yang efektif demi udara bersih dan sehat bagi seluruh warga," kata Novita, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (19/12/2024).

Bicara Udara lantas mengusulkan sejumlah kebijakan, antara lain perlunya replikasi sistem Pantau Banjir Jakarta untuk penanganan polusi udara.

Baca juga : Ucapkan Selamat ke Pramono-Rano, Qodari Titip Perbaikan Kehidupan Warga Jakarta

Menurut Novita, pengembangan aplikasi Pantau Udara untuk memantau kondisi udara Jakarta berfungsi untuk menyajikan data real-time, mengenai kualitas udara dan mengidentifikasi titik sumber polusi.

Kemudian, transparansi data kualitas udara melalui integrasi data dari berbagai sumber seperti Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (SPKU) milik Pemerintah dan sensor independen berbiaya rendah.

"Dengan data yang transparan dan terintegrasi, kita dapat mengidentifikasi sumber polusi dan menindaklanjutinya secara tepat," imbuhnya.

Selain itu, Bicara Udara juga mendorong penguatan sistem peringatan dini yang diikuti dengan penegakan hukum. Menurut Novita, sistem ini akan membantu masyarakat lebih siap menghadapi kondisi polusi ekstrem sekaligus menekan sumber polusi.

Baca juga : Militer Kanada Dan PMPP TNI Dorong Pentingnya Perempuan Di Militer

"Di samping sistem peringatan dini, kami juga menyadari bahwa polusi udara bersifat lintas batas. Maka, penting bagi jakarta untuk berkolaborasi antar-wilayah aglomerasi Jabodetabekpunjur dalam hal inventarisasi emisi dan identifikasi sumber polusi udara lintas wilayah," tambahnya.

Bicara Udara juga menyoroti sektor transportasi sebagai salah satu penyumbang polusi. Kebijakan seperti penerapan jalan berbayar elektronik (ERP), insentif tarif transportasi publik pada jam sibuk (penambahan rute Jaklingko dan Feeder Transjabodetabek), pemberlakuan zona rendah emisi, evaluasi program uji emisi kendaraan, serta distribusi BBM rendah sulfur menjadi langkah strategis untuk mengurangi emisi.

"Masyarakat harus diberikan pilihan transportasi publik yang ramah lingkungan. Insentif dan kebijakan tarif akan mendorong peralihan dari kendaraan pribadi ke transportasi publik," terang Novita.

Sementara itu, dalam menangani polusi dari sektor industri, Bicara Udara merekomendasikan langkah tegas seperti pemasangan scrubber, relokasi industri pencemar berat ke luar kawasan padat penduduk, pencabutan izin industri yang terbukti menyebabkan polusi udara, serta peningkatan transparansi hasil evaluasi lingkungan. 

Baca juga : Hilirisasi Menuju Kedaulatan Energi

"Terakhir, kami juga menyoroti pentingnya edukasi dan partisipasi publik, khususnya dalam memerangi kebiasaan pembakaran sampah. Sistem pelaporan yang lebih efisien dan pemberlakuan denda maksimal sebesar Rp 500.000 bagi pelanggar diyakini dapat memberikan efek jera," ujar Novita.

Dengan rekomendasi ini, Bicara Udara berharap Gubernur Jakarta terpilih mampu mengambil langkah progresif untuk mewujudkan udara bersih di Jakarta.

Sebelumnya, Bicara Udara juga telah menyampaikan rekomendasi ini untuk tiga pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Jakarta pada acara Biru Talks bertajuk "Menantang Cagub Jakarta Selesaikan Polusi Udara" pada Kamis (14/11/2024) malam, di Tebet, Jakarta.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.