Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Hasil Survei BPS Di Jakarta
Jurang Si Kaya Dan Si Miskin Kian Jomplang
Sabtu, 18 Januari 2025 06:50 WIB
Sebelumnya
Pada September 2024, komoditi makanan menyumbang sebesar 69,82 persen pada garis kemiskinan dengan komoditi terbesar, yakni beras sebanyak 16,65 persen, rokok 8,21 persen dan makanan sehari-hari seperti daging ayam ras sebesar 5,51 persen.
Namun Hasanudin menyebut, hasil ini perlu diapresiasi secara positif. Apalagi, secara statistik angka garis kemiskinan DKI Jakarta jauh lebih tinggi dari nasional Rp 595.242 per kapita dan Rp 2.803.590 per rumah tangga miskin.
Lalu, Konsumsi Rumah Tangga juga tumbuh 5,26 persen pada triwulan III tahun 2024 dibandingkan triwulan III tahun 2023. Kemudian laju inflasi umum periode September 2024 terhadap September 2023 sebesar 1,70 persen, nilai relatif terkendali.
Baca juga : Arsenal Vs Aston Villa, Meriam London Incar Kursi Puncak
“Pertumbuhan ekonomi juga terus tumbuh dengan laju pertumbuhan pada triwulan III-2024 sebesar 4,93 persen. Angka tingkat kemiskinan DKI Jakarta secara nasional menempati urutan ketiga terendah setelah Provinsi Bali dan Kalimantan Selatan,” pungkasnya.
Di 2025, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta sebesar Rp 91,34 triliun. Anggaran ini merupakan yang tertinggi dalam sejarah DKI Jakarta. APBD tersebut akan diprioritaskan untuk lima program unggulan. Salah satunya, program pengentasan kemiskinan.
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Ima Mahdiah mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) terus menggencarkan program-program yang berhubungan dengan kesejahteraan masyarakat.
Baca juga : Kalahkan Cavs Di Laga Lanjutan NBA, Thunder ‘Balas Dendam’
Ima berharap, pemimpin Jakarta berikutnya dapat melanjutkan berbagai upaya untuk menurunkan jumlah penduduk miskin. Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta harus fokus melanjutkan program terkait pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Seperti pendidikan, kesehatan, lapangan pekerjaan, dan subsidi pangan.
“Ini adalah kebutuhan primer yang harus menjadi fokus utama,” di Jakarta, Kamis (16/1/2025).
Ima juga menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan-pelatihan kerja serta pengadaan bursa kerja di setiap kecamatan.
Baca juga : 100 Hari Prabowo-Gibran, Jokowi Kasih Nilai Sangat Bagus
“Sebelum swasta mencari, kita persiapkan dulu orang-orangnya, Sumber Daya Manusia (SDM) dilatih harus benar-benar diberdayakan dan paham yang menjadi pekerjaan itu. Perbanyak pelatihan-pelatihan,” tandasnya. [RAA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya