Dark/Light Mode

Hasil Survei BPS Di Jakarta

Jurang Si Kaya Dan Si Miskin Kian Jomplang

Sabtu, 18 Januari 2025 06:50 WIB
Kepala BPS DKI Jakarta Nurul Hasanudin. (Foto: Istimewa)
Kepala BPS DKI Jakarta Nurul Hasanudin. (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Pada September 2024, ko­moditi makanan menyumbang sebesar 69,82 persen pada garis kemiskinan dengan komoditi ter­besar, yakni beras sebanyak 16,65 persen, rokok 8,21 persen dan makanan sehari-hari seperti daging ayam ras sebesar 5,51 persen.

Namun Hasanudin menyebut, hasil ini perlu diapresiasi secara positif. Apalagi, secara statistik angka garis kemiskinan DKI Jakarta jauh lebih tinggi dari nasional Rp 595.242 per kapita dan Rp 2.803.590 per rumah tangga miskin.

Lalu, Konsumsi Rumah Tang­ga juga tumbuh 5,26 persen pada triwulan III tahun 2024 dibandingkan triwulan III tahun 2023. Kemudian laju inflasi umum periode September 2024 terhadap September 2023 sebe­sar 1,70 persen, nilai relatif terkendali.

Baca juga : Arsenal Vs Aston Villa, Meriam London Incar Kursi Puncak

“Pertumbuhan ekonomi juga terus tumbuh dengan laju per­tumbuhan pada triwulan III-2024 sebesar 4,93 persen. Angka tingkat kemiskinan DKI Jakar­ta secara nasional menempati urutan ketiga terendah setelah Provinsi Bali dan Kalimantan Selatan,” pungkasnya.

Di 2025, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta sebesar Rp 91,34 triliun. Anggaran ini merupakan yang tertinggi dalam sejarah DKI Jakarta. APBD tersebut akan di­prioritaskan untuk lima program unggulan. Salah satunya, program pengentasan kemiskinan.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Ima Mahdiah mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) terus menggencarkan program-program yang berhubungan dengan kesejahteraan masyarakat.

Baca juga : Kalahkan Cavs Di Laga Lanjutan NBA, Thunder ‘Balas Dendam’

Ima berharap, pemimpin Ja­karta berikutnya dapat melan­jutkan berbagai upaya untuk menurunkan jumlah penduduk miskin. Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta harus fokus melanjutkan program terkait pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Seperti pendidikan, kesehatan, lapangan pekerjaan, dan subsidi pangan.

“Ini adalah kebutuhan primer yang harus menjadi fokus utama,” di Jakarta, Kamis (16/1/2025).

Ima juga menekankan pentingnya pemberdayaan masyara­kat melalui pelatihan-pelatihan kerja serta pengadaan bursa kerja di setiap kecamatan.

Baca juga : 100 Hari Prabowo-Gibran, Jokowi Kasih Nilai Sangat Bagus

“Sebelum swasta mencari, kita persiapkan dulu orang-orangnya, Sumber Daya Manu­sia (SDM) dilatih harus benar-benar diberdayakan dan paham yang menjadi pekerjaan itu. Perbanyak pelatihan-pelatihan,” tandasnya. [RAA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.