Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Alami Fenomena Siklus Balik
DKI Terus Diguyur Hujan Lebat, Yuk Cegah Banjir
Sabtu, 1 Februari 2025 06:50 WIB
Sebelumnya
“Kesiapsiagaan personel, saluran pendukung, dan saluran utama walaupun belum maksimal, ini sudah berfungsi dengan baik,” ucapnya.
Teguh menyebut, terus bersinergi dengan berbagai pihak agar penanganan banjir dapat berjalan optimal. Langkah antisipatif menghadapi hujan ekstrem, lanjut Teguh, salah satunya melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
“Kalau berdasarkan data BMKG, hari ini hujan sedang-lebat. Hari ini kami masih belum melakukan OMC. Tapi ke depan, kami sudah petakan untuk melakukan OMC apabila dipandang perlu,” ujarnya.
Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Andri Santosa mengungkapkan, banjir yang terjadi pada Selasa (28/1/2025) dan Rabu (29/1/2025) membuat aktivitas warga lumpuh total.
Baca juga : Cuekin Isu Kawin Lari
Seperti di kawasan Kalideres dan Cengkareng, Jakarta Barat. Andri mengaku mengunjungi banjir di Rukun Warga (RW) 03 RW 04, RW 06, dan RW 08, Kalideres yang terdampak. Salah satu kendala utama terdapat di RW 04 yang berbatasan langsung dengan Perumahan Citra. Warga mengeluh kerusakan pada beberapa pintu air yang tidak bisa ditutup sehingga menyebabkan aliran air masuk ke permukiman warga.
“Kalau pintu airnya tidak rusak, seharusnya aliran airnya tidak masuk ke permukiman,” ungkap Andri.
Masalah utama lain yang dikeluhkan warga adalah sistem drainase di Kalideres dan Cengkareng. Warga berharap, ada perbaikan saluran U Ditch (saluran air berbentuk U) agar air tidak meluap saat terjadi hujan lebat.
Meski demikian, Andri mengapresiasi langkah preventif Pemprov DKI Jakarta untuk mencegah luapan sungai ke permukiman warga. Yakni dengan cara pengerukan sedimen.
Baca juga : Ketahanan Pangan Dan Pertumbuhan Ekonomi Jadi Aspek Utama
“Mungkin karena hujan ekstrem dan pertemuan berbagai aliran sungai ke Kali Semongol juga ya,” tambahnya.
Andri menegaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA) sejak awal masa reses setelah pelantikannya.
Usulan perbaikan sudah diajukan dan mendapat respons positif, meskipun proses eksekusinya baru bisa dilakukan tahun ini akibat keterbatasan waktu di akhir tahun 2024.
Selain itu, ia juga mengapresiasi langkah cepat Suku Dinas terkait dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam menangani korban banjir dengan menyediakan tempat pengungsian. Hanya saja, menurut dia, penyediaan bantuan seperti makanan dan selimut masih perlu ditingkatkan.
Baca juga : IMF Rilis 10 Negara Dengan Ekonomi Terbesar, China No.1, Amerika No.2, Indonesia No.8
Ia menegaskan, penanganan banjir tidak hanya menjadi tanggung jawab satu komisi, tetapi harus diselesaikan bersama dengan sinergi lintas komisi di DPRD DKI Jakarta.
“Kita akan bersinergi dengan teman-teman di Komisi D karena banjir ini tanggung jawab kita bersama untuk menyelesaikannya,” pungkas dia. [DRS/RAA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya