Dark/Light Mode

Harus Dicegah Agar Tak Jadi Masalah

Waspada, Pengemis Serbu Jakarta Jelang Bulan Puasa

Kamis, 6 Februari 2025 06:50 WIB
Razia penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). (Foto: Ilustrasi/Antara)
Razia penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). (Foto: Ilustrasi/Antara)

 Sebelumnya 
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) DKI Jakarta Premi Lasari menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk terus menangani PMKS. Sepanjang 2024, Satuan Tugas Pelayanan, Pengawasan, dan Pengendalian Sosial (Satgas P3S) Dinsos DKI Jakarta ber­hasil menjangkau 5.998 PMKS. Mereka mayoritas gelandangan, orang telantar, penyandang disabilitas mental dan pengamen.

Premi mengatakan, Satgas P3S menjadi ujung tombak dalam menjangkau dan memberikan pelayanan kepada PMKS. Dinsos memiliki 423 personel Satgas P3S yang tersebar di 44 titik rawan PMKS di seluruh wilayah Jakarta.

Meskipun jumlah titik rawan tidak berubah dibandingkan ta­hun lalu, pihaknya akan melaku­kan penyesuaian lokasi posko untuk memastikan efektivitas penjagaan dan respons cepat terhadap laporan masyarakat.

Baca juga : Si Merah Buru Kursi Di Final

Premi memastikan petugas merespons cepat semua laporan masyarakat yang disampaikan melalui kanal aduan Cepat Re­spon Masyarakat (CRM) maupun jalur lainnya. Hal ini bertujuan untuk menjaga ketertiban sosial sekaligus memberikan layanan yang humanis kepada PMKS.

Selain upaya penjangkauan, Dinsos juga memfasilitasi pemu­langan 1.512 orang telantar ke daerah asal. Rincian pemulangan meliputi tujuan Lampung (646 orang), Surabaya (384 orang), Semarang (340 orang), Cilacap (53 orang) dan Tasikmalaya (89 orang).

Dia menjelaskan, orang telantar yang dipulangkan itu yang terbukti membutuhkan bantuan melalui surat keterangan kepolisian. Penye­babnya bervariasi, mulai dari keha­bisan ongkos, kecopetan, menjadi korban penipuan, hingga dijanjikan pekerjaan yang tidak nyata.

Baca juga : Tenis Rotterdam Open 2025, Alcaraz Balas Dendam

Setelah diasesmen oleh petu­gas, mereka yang dinilai mandiri akan dibantu dengan pemesanan tiket. Sedangkan yang membu­tuhkan layanan lebih lanjut, akan dirujuk ke fasilitas kesehatan atau panti sosial.

Dengan pendekatan kolabo­ratif dan humanis, Dinsos beru­paya menjadikan Jakarta sebagai Kota yang inklusif dan ramah bagi semua kalangan, terutama bagi mereka yang membutuhkan perhatian khusus.

“Kami akan terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak untuk memastikan pelayanan ke­pada PMKS semakin optimal,” ucapnya.

Baca juga : Natasha Wilona, Bisnis Dan Syuting Usir Kesepian

Di bulan pertama 2025, Suku Dinas (Sudin) Sosial Jakarta Barat menjangkau sebanyak 102 orang PMKS. Kepala Sudin Sosial Jakarta Barat Suprapto menutur­kan, PMKS yang paling banyak dijangkau adalah gelandangan, yakni 47 orang. Lalu. Psikotik atau Orang Dalam Masalah Kejiwaan (ODMK) 36 orang. [DRS]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.