Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Modifikasi Cuaca Berhasil Hindari Jakarta Dari Bencana Banjir Dan Longsor
Senin, 10 Februari 2025 17:19 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) 2025 yang dilakukan gabungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, TNI Angkatan Udara (TNI AU), serta PT Rekayasa Atmosphere Indonesia (RAI) berhasil menurunkan intensitas hujan di Jakarta hingga 64 persen pada 1-6 Februari 2025.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan, operasi selama enam hari menunjukkan dampak positif dari modifikasi cuaca dalam mengatasi bencana yang dapat disebabkan oleh hujan lebat.
Baca juga : SIM Keliling Jakarta Senin 10 Febtuari, Hadir Di 5 Lokasi
Pj. Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi mengatakan, OMC merupakan salah satu langkah mitigasi yang dilakukan secara kolaboratif untuk mengurangi dampak bencana hidrometeorologi ekstrem.
"Pemprov DKI Jakarta akan terus berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk mengoptimalkan langkah-langkah mitigasi dalam melindungi masyarakat dari risiko bencana di masa depan," ucap Teguh di Jakarta, Senin (10/2/2025).
Baca juga : Reaksi Menteri Ara Usai Tinjau Banjir Di Perumahan Subsidi MBR Bekasi
Selama pelaksanaan OMC 2025, terdapat delapan sorti penerbangan dengan total durasi 19 jam 31 menit. Sebanyak 6,4 ton bahan baku NaCl berukuran 30-40 mikron disemai untuk menghasilkan perubahan cuaca yang diharapkan dapat mengurangi potensi hujan. Rute penerbangan menyasar wilayah barat, barat daya, hingga barat laut Jakarta, yang menurut analisis BMKG memiliki potensi pertumbuhan awan hujan.
Juru Bicara OMC 2025 sekaligus Ketua Sub Kelompok Logistik dan Peralatan BPBD DKI Jakarta Michael Sitanggang menjelaskan, rute penyemaian ditentukan berdasarkan hasil supervisi BMKG.
Baca juga : SIM Keliling Jakarta Minggu 9 Februari, Hadir Di 3 Lokasi
"Rute penyemaian pada OMC 2025 ini berdasar hasil analisis dan supervisi tim BMKG, di mana hasilnya menunjukkan wilayah barat, barat daya hingga barat laut berpotensi memiliki pertumbuhan awan hujan," ungkapnya.
Dengan keberhasilan OMC 2025, Pemprov DKI Jakarta semakin memperkuat komitmen untuk memperkuat kolaborasi dengan seluruh pihak terkait. Diharapkan upaya mitigasi ini dapat terus berjalan optimal, sehingga masyarakat Jakarta dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman tanpa khawatir akan dampak cuaca ekstrem.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya