Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Dinyinyirin Netizen Naik Heli Pantau Banjir, Pram: Kritik Itu Obat Bikin Sehat
Senin, 10 Maret 2025 16:07 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menanggapi protes yang muncul dari warganet terkait peninjauan banjir yang dilakukan dengan menggunakan helikopter.
Pramono mengungkapkan bahwa dirinya naik helikopter untuk melihat kondisi Jakarta dari udara, khususnya untuk melakukan naturalisasi sodetan yang bisa diterapkan di berbagai titik.
"Kenapa kemudian dilihat dari atas, karena ingin naturalisasi sodetan di mana-mana itu bisa dilakukan. Jadi sekali lagi, naik heli bukan untuk gagah-gagahan," ujar Pramono di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (10/3/2025).
Baca juga : Dikritik Naik Heli Saat Tinjau Banjir, Pram: Bukan Untuk Gagah-Gagahan
Sebelumnya, Kamis (6/3/2025), Pramono bersama Korpolairud Baharkam Polri melakukan peninjauan banjir dari udara. Dalam peninjauan tersebut, Pramono didampingi oleh Kakorpolairud Baharkam Polri Irjen Pol Mohammad Yasin Kosasih, dengan menggunakan helikopter Agusta Westland (AW) 169 milik Baharkam Polri.
Kritik terhadap tindakan tersebut muncul pada hari berikutnya. Sejumlah pihak mempertanyakan keputusan Gubernur DKI Jakarta tersebut, terutama dengan perbandingan bahwa Presiden Indonesia lebih memilih untuk berjalan kaki saat meninjau banjir. Menanggapi hal ini, Pramono menegaskan bahwa kritik adalah hal yang positif dan berguna sebagai pembelajaran.
"Kritik itu merupakan obat yang sangat menyehatkan. Saya dikritik apa saja, terima kasih, matursuwun. Dan saya naik heli bukan permintaan saya, ada yang menawari," katanya dengan sikap santai dan terbuka.
Baca juga : Didukung Nyai Sinta Nuriyah Dan Dikunjungi Kiai Lirboyo, Mas Pram: Jumat Berkah
Pramono melanjutkan, bahwa penggunaan helikopter adalah untuk mempermudah pemantauan lokasi-lokasi yang berpotensi mengalami penyumbatan atau genangan besar, yang sulit dicapai dengan metode lainnya.
"Saya sudah keliling seluruh Jakarta. Walaupun ada yang protes pakai helikopter, kalau pakai helikopter kan memang kita ingin melihat tempat-tempat yang mana masih potensi untuk terjadi penyumbatan atau nggak." tambah Pramono.
Selain itu, Pramono juga menyebutkan bahwa dalam peninjauan banjir tersebut, dirinya menggunakan perahu karet di beberapa titik untuk mendapatkan informasi langsung mengenai kondisi banjir. Hal ini mengindikasikan bahwa penggunaan helikopter bukanlah satu-satunya cara yang dipilih oleh Gubernur Jakarta untuk memantau bencana banjir di ibu kota.
Baca juga : Bersepeda Itu Lebih Sehat
Peninjauan menggunakan helikopter dilakukan untuk mendapatkan pandangan lebih luas dan detail tentang kondisi banjir di Jakarta. Dengan cara ini, Pemprov dapat melihat titik-titik rawan yang tidak terlihat dari permukaan, yang kemudian dapat menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan solusi mitigasi banjir. Fokus utama adalah identifikasi titik-titik penyumbatan, baik itu di sungai, saluran air, atau saluran pembuangan lainnya.
"Semua kritik saya terima dengan baik, karena kritik itu obat yang sangat menyehatkan," ungkap Pramono menanggapi berbagai komentar negatif yang muncul di media sosial.
Ia menganggap bahwa masukan dari masyarakat merupakan bagian dari proses evaluasi yang dapat meningkatkan efektivitas penanganan masalah banjir di Jakarta.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya