Dark/Light Mode

Buntut Di Protes Warga, Pemprov DKI Pindahkan Sampah Busuk Di RDF Rorotan

Sabtu, 22 Maret 2025 15:33 WIB
Pengosongan sampah di bunker Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan, Jakarta Utara, Sabtu (22/3/2025). (Foto: Humas Pemprov DKI)
Pengosongan sampah di bunker Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan, Jakarta Utara, Sabtu (22/3/2025). (Foto: Humas Pemprov DKI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menindaklanjuti keluhan warga di sekitar Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan, Jakarta Utara.

Baca juga : Ongen Desak Pemprov Realisasikan Usulan Masyarakat di Musrembang

Sesuai arahan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, setelah meninjau langsung ke RDF Rorotan pada Kamis (20/3/2025), dilakukan pengosongan bunker yang kemudian dipindahkan ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

Baca juga : Bersiap Nge-War, Pemprov DKI Buka Lagi Pendaftaran Mudik Gratis Mulai Rabu 19 Maret

“Pengerjaan pemindahan sampah ini meliputi sampah lama di bunker sebanyak 800 ton serta produk RDF di gudang produksi sekitar 600 ton. Harapannya, pengosongan bunker dan produk RDF tersebut dapat mengurangi bau,” jelas Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto dalam siaran persnya Sabtu (22/3/2025).

Baca juga : Bantu Program 3 Juta Rumah, Lippo Siapkan Desain Untuk Rumah Bersubsidi

Pengosongan bunker dilakukan menggunakan armada dump truck dan tronton yang ditutup terpal saat pengiriman untuk meminimalkan bau dan mencegah sampah maupun air lindi (limbah cair yang dihasilkan dari tumpukan sampah) tercecer di jalan. Setelah beroperasi, dump truck dan tronton dalam kondisi baik dan telah dicuci serta disemprot dengan penghilang bau sebelum keluar dari lokasi RDF.

Setelah sampah di bunker dipindahkan, seluruh fasilitas RDF Rorotan disterilisasi dan diberi pewangi tertentu untuk menghilangkan bau. RDF Rorotan kemudian akan ditutup sementara untuk menjalani perbaikan oleh kontraktor.

Selain itu, untuk memastikan kesehatan masyarakat sekitar, tim medis dari Puskesmas Kecamatan Cakung telah turun langsung ke Perumahan Jakarta Gading City (JGC) pada Jumat (21/3/2025). Puskesmas Cakung juga siap membuka posko kesehatan di kompleks warga untuk melayani keluhan, penyuluhan, dan edukasi kesehatan.

“Dapat dipastikan seluruh warga yang sebelumnya dilaporkan terkena infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) telah sembuh dan kembali beraktivitas. Selanjutnya, apabila warga membutuhkan bantuan kesehatan, kami persilakan untuk menghubungi Puskesmas Cakung tanpa harus membayar biaya pemeriksaan. Kami juga terus memantau melalui ketua RT setempat. Jika dibutuhkan, kami siap turun kapan saja,” ujar Kepala Puskesmas Kecamatan Cakung, Junaidah, Sabtu (22/3/2025).

Tidak hanya itu, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta merencanakan pemasangan alat pemantau kualitas udara di rumah-rumah warga yang berjarak 4–5 kilometer dari lokasi RDF. Aakan dipasang juga deodorizer untuk menghilangkan bau serta menambah filter udara.

“Kami pastikan bahwa seluruh langkah yang kami lakukan selalu melibatkan masyarakat. Pemprov DKI akan terus hadir dan serius dalam mengupayakan penanganan yang cepat dengan memprioritaskan kesehatan dan kenyamanan warga,” pungkas Asep.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.