Dark/Light Mode

Tiru Bangkok Dan Paris Tangani Polusi Saat Kemarau

Jakarta Mau Pasang 1.000 Pemantau Kualitas Udara

Minggu, 23 Maret 2025 06:50 WIB
Kepala DLH DKI Jakarta Asep Kuswanto. (Foto: Instagram/sudinlhjakpus)
Kepala DLH DKI Jakarta Asep Kuswanto. (Foto: Instagram/sudinlhjakpus)

 Sebelumnya 
“Saat curah hujan rendah, partikel polusi sulit terurai, sehingga konsentrasi polutan seperti PM 2.5 meningkat tajam,” jelasnya.

Guru Besar Teknik Lingkungan Institut Teknologi Bandung (ITB) Puji Lestari mengung­kapkan, polusi udara di Jakarta sebagian besar berasal dari ak­tivitas industri yang tersebar di wilayah Jabodetabek.

Puji menjelaskan, sektor in­dustri, termasuk pembangkit listrik dan emisi karbon mo­noksida (CO), masih menjadi kontributor utama pencemaran udara, diikuti oleh emisi dari kendaraan penumpang.

Baca juga : Kalah Empat Kali Beruntun, Cavaliers Makin Letoy

“Selain faktor internal, kondisi udara di Jakarta juga dipengaruhi oleh wilayah sekitarnya yang turut berkon­tribusi terhadap penurunan kualitas udara,” ucapnya.

Puji menyebut, interaksi antara berbagai sumber pencemaran ini menyebabkan tingkat polusi di Jakarta semakin kompleks.

“Karena itu, diperlukan koordinasi lintas wilayah serta pendekatan berbasis data yang lebih terbuka untuk mencapai perbaikan yang signifikan da­lam kualitas udara Jakarta,” tandasnya.

Baca juga : Prabowo: Komunikasi Ke Rakyat Perlu Kita Perbaiki

Wakil Ketua Dewan Perwaki­lan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Wibi Andrino mendu­kung upaya DLH DKI Jakarta menangani polusi udara. Salah satu upaya yang dilakukan, yakni berencana menambah SPKU.

“Saya setuju. Apa yang sudah dilakukan DLH sudah baik,” kata Wibi di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (20/3/2025).

Wibi juga mendukung Dinas LH menambah sensor kualitas udara berbiaya rendah.

Baca juga : MK Kembali Bikin Geger

Hal senada disampaikan Sek­retaris Komisi D DPRD DKI Jakarta Habib Muhammad bin Salim Alatas. Habib menyebut, penambahan SPKU merupakan pendekatan tepat untuk me­nangani permasalahan polusi udara yang semakin mengkha­watirkan.

Dengan memiliki lebih banyak stasiun pemantauan, Ja­karta akan mendapatkan data yang lebih komprehensif dan akurat mengenai sumber polusi berikut pola penyebarannya.

“Ini akan memungkinkan Pemprov mengambil langkah-langkah yang lebih tepat sasaran dan efektif,” tandasnya. [DRS]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.