Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tiru Bangkok Dan Paris Tangani Polusi Saat Kemarau
Jakarta Mau Pasang 1.000 Pemantau Kualitas Udara
Minggu, 23 Maret 2025 06:50 WIB
Sebelumnya
“Saat curah hujan rendah, partikel polusi sulit terurai, sehingga konsentrasi polutan seperti PM 2.5 meningkat tajam,” jelasnya.
Guru Besar Teknik Lingkungan Institut Teknologi Bandung (ITB) Puji Lestari mengungkapkan, polusi udara di Jakarta sebagian besar berasal dari aktivitas industri yang tersebar di wilayah Jabodetabek.
Puji menjelaskan, sektor industri, termasuk pembangkit listrik dan emisi karbon monoksida (CO), masih menjadi kontributor utama pencemaran udara, diikuti oleh emisi dari kendaraan penumpang.
Baca juga : Kalah Empat Kali Beruntun, Cavaliers Makin Letoy
“Selain faktor internal, kondisi udara di Jakarta juga dipengaruhi oleh wilayah sekitarnya yang turut berkontribusi terhadap penurunan kualitas udara,” ucapnya.
Puji menyebut, interaksi antara berbagai sumber pencemaran ini menyebabkan tingkat polusi di Jakarta semakin kompleks.
“Karena itu, diperlukan koordinasi lintas wilayah serta pendekatan berbasis data yang lebih terbuka untuk mencapai perbaikan yang signifikan dalam kualitas udara Jakarta,” tandasnya.
Baca juga : Prabowo: Komunikasi Ke Rakyat Perlu Kita Perbaiki
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Wibi Andrino mendukung upaya DLH DKI Jakarta menangani polusi udara. Salah satu upaya yang dilakukan, yakni berencana menambah SPKU.
“Saya setuju. Apa yang sudah dilakukan DLH sudah baik,” kata Wibi di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (20/3/2025).
Wibi juga mendukung Dinas LH menambah sensor kualitas udara berbiaya rendah.
Baca juga : MK Kembali Bikin Geger
Hal senada disampaikan Sekretaris Komisi D DPRD DKI Jakarta Habib Muhammad bin Salim Alatas. Habib menyebut, penambahan SPKU merupakan pendekatan tepat untuk menangani permasalahan polusi udara yang semakin mengkhawatirkan.
Dengan memiliki lebih banyak stasiun pemantauan, Jakarta akan mendapatkan data yang lebih komprehensif dan akurat mengenai sumber polusi berikut pola penyebarannya.
“Ini akan memungkinkan Pemprov mengambil langkah-langkah yang lebih tepat sasaran dan efektif,” tandasnya. [DRS]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya