Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
12 Warga Jakarta Utara Terserang ISPA Dampak Sampah Busuk RDF Rorotan Sembuh
Selasa, 25 Maret 2025 11:49 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengungkapkan seluruh warga yang terdampak masalah kesehatan akibat polusi yang ditimbulkan oleh fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) di Rorotan, Jakarta Utara, telah pulih.
Kepala Dinas Kesehatan Jakarta Ani Ruspitawati menyampaikan, Dinkes Jakarta telah menerima laporan terkait 12 kasus kesehatan yang disebabkan oleh polusi RDF di Rorotan. Mayoritas dari kasus yang dilaporkan adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) ringan hingga sedang.
"Sebagian besar kasus yang kami tangani adalah ISPA ringan, tidak sampai dirawat inap. Ada dua orang yang mengalami bronkitis dan beberapa lainnya mengalami konjungtivitis. Namun, semuanya kini sudah sembuh dan kembali beraktivitas," kata Ani kepada wartawan dikutip, Selasa (25/3/2025).
Dinkes Jakarta menambahkan bahwa hingga saat ini, seluruh pasien yang terdampak telah kembali pulih.
Baca juga : Buntut Di Protes Warga, Pemprov DKI Pindahkan Sampah Busuk Di RDF Rorotan
"Semua warga yang terdampak sudah sembuh, mereka sudah pulang Jumat kemarin, bahkan ada yang sudah kembali sekolah," jelas Ani.
Puskesmas dan layanan kesehatan lainnya termasuk Puskesmas Cakung yang terletak dekat dengan RDF Rorotan, tetap siaga 24 jam untuk melayani masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan.
"Jika ada keluhan kesehatan, masyarakat bisa langsung memeriksakan diri ke puskesmas terdekat. Kami sudah melakukan kunjungan langsung ke rumah-rumah warga yang terdampak, dan jika eskalasi meningkat, kami siap untuk menambah posko kesehatan," tambahnya.
Berdasarkan pengamatan, mayoritas warga yang terdampak mengalami gangguan pernapasan ringan yang dapat diatasi tanpa perawatan rumah sakit. Selain itu, kasus konjungtivitis atau iritasi mata juga tercatat, yang bisa disebabkan oleh polusi udara.
Baca juga : 105 RT Di Jakarta Kebanjiran, Tertinggi Sampai 3,5 Meter
"Sampai sekarang, tidak ada pasien yang memerlukan perawatan inap. Semua pasien hanya menjalani pengobatan rawat jalan," ungkap Ani.
Mengenai kemungkinan dampak lanjutan dari polusi RDF, Dinkes Jakarta memastikan bahwa semua kasus sudah mendapatkan penanganan yang tepat.
"Kami akan terus memantau kondisi kesehatan warga. Jika ada keluhan lanjutan, puskesmas akan siap memberikan layanan, dan kami akan mengarahkan ke rumah sakit jika diperlukan," ujar Ani.
Ani juga mengingatkan bahwa sekitar 98,8% warga Jakarta sudah terdaftar dalam program Universal Health Coverage (UHC), yang berarti mereka memiliki akses penuh terhadap layanan kesehatan melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) atau BPJS Kesehatan.
Baca juga : Herzaky Mahendra Putra: Kami Sudah Bersiap Hadapi Putaran Ke-2
"Dengan hampir 99 persen warga Jakarta sudah terdaftar dalam program UHC, masalah pengobatan bukanlah kendala. Semua warga yang membutuhkan pengobatan akan mendapatkannya tanpa biaya yang memberatkan," tutup Ani.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya