Dark/Light Mode

Terkuak, Pemicu Tragedi Macet Horor 3 x 24 Jam

7 Ribu Truk Per Hari Padati Tanjung Priok

Senin, 21 April 2025 06:50 WIB
Gubernur Jakarta Pramono Anung. (Foto: Dok. Pemprov DKI Jakarta)
Gubernur Jakarta Pramono Anung. (Foto: Dok. Pemprov DKI Jakarta)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tragedi macet tiga hari di Tanjung Priok, Jakarta Utara, membuat jengkel masyarakat. Penyebabnya terkuak, tujuh ribu truk melakukan kegiatan bongkar muat setiap hari. Jumlah itu melonjak hampir tiga kali lipat dari kapasitas pelabuhan Priok.

Menurut Gubernur Jakarta Pramono Anung, kemacetan itu berawal dari meningkatnya jumlah truk yang keluar-masuk Pelabuhan Tanjung Priok secara drastis.

Normalnya, pelabuhan me­nampung sekitar 2.500 truk per hari. Namun, pada 16, 17 dan 18 April 2025, melonjak drastis menjadi sekitar 4.000 truk per hari. Demikian informasi awal yang didengar Pramono.

“Akhirnya saya tahu dari Ke­pala Dinas Perhubungan, 7.000 truk per hari,” tandas Gubernur yang akrab disapa Pram ini.

Baca juga : Horor Macet di Priok: Ambulans Tidak Bisa Gerak, Sopir Truk Jengkel & Lelah

Selain memaparkan apa yang terjadi, ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kemacetan parah itu. Meski menyebut persoalan itu tidak secara langsung berkaitan dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Pramono merasa harus bertanggung jawab sebagai pemimpin daerah.

“Peristiwa di Tanjung Priok ini sungguh membuat saya resah. Untuk itu, secara khusus saya me­nyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya,” ujar Pram di Jakarta, Sabtu (19/4/2025).

Gubernur Pram pun menyoroti kinerja PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) dan anak perusahaannya, New Priok Con­tainer Terminal One (NPCT1) dalam peristiwa ini.

“Ini menunjukkan ketidak­profesionalan pengelola. Saya sudah meminta Kepala Dinas Perhubungan untuk memberi­kan teguran sekeras-kerasnya,” tandas Pram.

Baca juga : Sejumlah Menteri Menghadap Jokowi, Kata Muzani, Prabowo Nggak Terganggu Kok

Kemacetan selama tiga hari ini, lanjutnya, memberikan dampak besar terhadap lalu lintas di Ja­karta dan mengakibatkan aktivi­tas masyarakat terganggu. Karena itu, Pram menegaskan kejadian serupa tidak boleh terulang.

Walau Pelindo menyatakan kemacetan ini terjadi karena banyak yang mengejar momen­tum sebelum libur panjang dan pasca libur Lebaran, Pramono menegaskan, alasan itu tidak bisa dijadikan pembenaran. “Karena, dampaknya kepada masyarakat luar biasa,” cetusnya.

Saat ditanya soal sanksinya, Pram mengatakan, masih dalam tahap perumusan. Namun, menu­rutnya, akan ada langkah tegas. “Saya sudah sampaikan kepada Kepala Dinas Perhubungan, kalau diperlukan, saya akan berkirim surat kepada Pelindo untuk memberikan peringatan sekeras-kerasnya. Atau, cukup Kepala Dinas,” ucap Pram.

Sebelumnya, PT Pelindo juga telah meminta maaf. “Kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, mitra dan pemangku kepentingan yang terimbas kemacetan ini,” kata Executive General Manager Pe­lindo Regional 2 Tanjung Priok Adi Sugiri melalui keterangan tertulis, Kamis (17/4/2025).

Baca juga : Dilobi Airlangga Cs, Amerika Kasih Sinyal Positif

Menurut Adi, kemacetan ini disebabkan peningkatan arus barang peti kemas, bersamaan selesainya arus mudik Lebaran atau selesainya pembatasan lalu lintas barang.

Tak hanya itu, lanjutnya, kemacetan ini juga karena ban­yak yang mengejar momen sebelum libur bersama pada Jumat hingga Minggu (18, 19, 20 April 2025). “Tidak ada er­ror system,” tandasnya.

Dia menambahkan, salah satu titik kemacetan, yaitu di Terminal NPCT 1. Data Pelindo menunjukkan, peningkatan ham­pir 100 persen jumlah truk yang masuk ke terminal. Biasanya jumlah truk yang masuk tak sampai 2.500 unit, namun saat itu lebih dari 4 ribu unit.

Adi menambahkan, bersa­ma otoritas terkait di lingkungan pelabuhan, Pelindo telah melakukan penanganan untuk mengurai kemacetan saat itu. Misalnya, memaksimalkan area-area penyangga dan lapangan yang bisa dijadikan kantong parkir, serta melakukan penga­lihan lalu lintas truk ke dalam gerbang pos 9. [RAA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.