Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Terkuak, Pemicu Tragedi Macet Horor 3 x 24 Jam
7 Ribu Truk Per Hari Padati Tanjung Priok
Senin, 21 April 2025 06:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Tragedi macet tiga hari di Tanjung Priok, Jakarta Utara, membuat jengkel masyarakat. Penyebabnya terkuak, tujuh ribu truk melakukan kegiatan bongkar muat setiap hari. Jumlah itu melonjak hampir tiga kali lipat dari kapasitas pelabuhan Priok.
Menurut Gubernur Jakarta Pramono Anung, kemacetan itu berawal dari meningkatnya jumlah truk yang keluar-masuk Pelabuhan Tanjung Priok secara drastis.
Normalnya, pelabuhan menampung sekitar 2.500 truk per hari. Namun, pada 16, 17 dan 18 April 2025, melonjak drastis menjadi sekitar 4.000 truk per hari. Demikian informasi awal yang didengar Pramono.
“Akhirnya saya tahu dari Kepala Dinas Perhubungan, 7.000 truk per hari,” tandas Gubernur yang akrab disapa Pram ini.
Baca juga : Horor Macet di Priok: Ambulans Tidak Bisa Gerak, Sopir Truk Jengkel & Lelah
Selain memaparkan apa yang terjadi, ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kemacetan parah itu. Meski menyebut persoalan itu tidak secara langsung berkaitan dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Pramono merasa harus bertanggung jawab sebagai pemimpin daerah.
“Peristiwa di Tanjung Priok ini sungguh membuat saya resah. Untuk itu, secara khusus saya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya,” ujar Pram di Jakarta, Sabtu (19/4/2025).
Gubernur Pram pun menyoroti kinerja PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) dan anak perusahaannya, New Priok Container Terminal One (NPCT1) dalam peristiwa ini.
“Ini menunjukkan ketidakprofesionalan pengelola. Saya sudah meminta Kepala Dinas Perhubungan untuk memberikan teguran sekeras-kerasnya,” tandas Pram.
Baca juga : Sejumlah Menteri Menghadap Jokowi, Kata Muzani, Prabowo Nggak Terganggu Kok
Kemacetan selama tiga hari ini, lanjutnya, memberikan dampak besar terhadap lalu lintas di Jakarta dan mengakibatkan aktivitas masyarakat terganggu. Karena itu, Pram menegaskan kejadian serupa tidak boleh terulang.
Walau Pelindo menyatakan kemacetan ini terjadi karena banyak yang mengejar momentum sebelum libur panjang dan pasca libur Lebaran, Pramono menegaskan, alasan itu tidak bisa dijadikan pembenaran. “Karena, dampaknya kepada masyarakat luar biasa,” cetusnya.
Saat ditanya soal sanksinya, Pram mengatakan, masih dalam tahap perumusan. Namun, menurutnya, akan ada langkah tegas. “Saya sudah sampaikan kepada Kepala Dinas Perhubungan, kalau diperlukan, saya akan berkirim surat kepada Pelindo untuk memberikan peringatan sekeras-kerasnya. Atau, cukup Kepala Dinas,” ucap Pram.
Sebelumnya, PT Pelindo juga telah meminta maaf. “Kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, mitra dan pemangku kepentingan yang terimbas kemacetan ini,” kata Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Adi Sugiri melalui keterangan tertulis, Kamis (17/4/2025).
Baca juga : Dilobi Airlangga Cs, Amerika Kasih Sinyal Positif
Menurut Adi, kemacetan ini disebabkan peningkatan arus barang peti kemas, bersamaan selesainya arus mudik Lebaran atau selesainya pembatasan lalu lintas barang.
Tak hanya itu, lanjutnya, kemacetan ini juga karena banyak yang mengejar momen sebelum libur bersama pada Jumat hingga Minggu (18, 19, 20 April 2025). “Tidak ada error system,” tandasnya.
Dia menambahkan, salah satu titik kemacetan, yaitu di Terminal NPCT 1. Data Pelindo menunjukkan, peningkatan hampir 100 persen jumlah truk yang masuk ke terminal. Biasanya jumlah truk yang masuk tak sampai 2.500 unit, namun saat itu lebih dari 4 ribu unit.
Adi menambahkan, bersama otoritas terkait di lingkungan pelabuhan, Pelindo telah melakukan penanganan untuk mengurai kemacetan saat itu. Misalnya, memaksimalkan area-area penyangga dan lapangan yang bisa dijadikan kantong parkir, serta melakukan pengalihan lalu lintas truk ke dalam gerbang pos 9. [RAA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya