Dark/Light Mode

Dilobi Airlangga Cs, Amerika Kasih Sinyal Positif

Sabtu, 19 April 2025 08:10 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto salaman dengan United States Trade Representative Jamieson Greer di Washington DC, sebelum melakukan diskusi soal tarif impor, Kamis (17/4/2025). Hadir juga Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono (kanan) dan Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu. (Foto: Instagram airlanggahartarto_official)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto salaman dengan United States Trade Representative Jamieson Greer di Washington DC, sebelum melakukan diskusi soal tarif impor, Kamis (17/4/2025). Hadir juga Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono (kanan) dan Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu. (Foto: Instagram airlanggahartarto_official)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memberi kabar baik terkait upaya Pemerintah Indonesia melobi Pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk menurunkan tarif impor. Airlangga yang ditugaskan Presiden Prabowo Subianto sebagai pemimpin tim lobi, menyatakan pemerintah AS memberi sinyal positif atas semua tawaran untuk menerapkan tarif dagang yang adil dan seimbang.

Kabar tersebut disampaikan Airlangga dalam konferensi pers bertajuk “Perkembangan Terkini Negosiasi dan Diplomasi Perdagangan Indonesia-Amerika Serikat” dari Washington DC, AS, yang digelar secara daring pada Jumat (18/4/2025), pukul 8.00 WIB. Air­langga hadir didampingi Wakil Menteri Keuangan Thomas Dji­wandono dan Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu.

Dalam paparannya, Airlangga menyampaikan hasil lobi-lobinya dengan Pemerintah AS terkait rencana penerapan tarif resiprokal atau timbal balik yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump sebesar 32 persen untuk produk Indonesia. "Pemerintah Indonesia secara aktif mengakses pejabat terkait di Amerika," ujar Airlangga mengawali paparannya.

Baca juga : Posisi Hasan Nasbi Dipertanyakan, Mensesneg Kini Merangkap Jubir

Misalnya, tim lobi telah bertemu dengan beberapa pejabat tinggi, seperti Secretary of Commerce Howard W. Lutnick dan US Trade Representative Jamieson Greer. Selain itu, Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono secara bersamaan juga telah bertemu dengan Secretary of State Marco Hugo.

Berdasarkan hasil pertemuan itu, Airlangga menuturkan, pejabat-pejabat terkait telah memberikan sinyal positif karena Indonesia menjadi salah satu negara yang diterima lebih awal. Padahal, ada negara lain yang juga sudah bicara dengan Pemerintah Amerika seperti Vietnam, Jepang dan Italia.­

"Kita mendiskusikan opsi yang ada terkait kerja sama bilateral antara Indonesia dan Amerika. Kita berharap situasi perdagangan yang kita kem­bangkan bersifat adil dan berimbang," ujar Airlangga.

Baca juga : Menko Polkam Optimalkan Pengamanan Terbuka Dan Tertutup

Airlangga juga menjelaskan, dalam pertemuan tersebut Indonesia mendo­rong tarif yang seimbang untuk produk unggulan Indonesia, seperti tekstil, garmen, alas kaki, furnitur, dan udang. Sebab, kebijakan bea masuk yang tinggi dari AS membuat pengusaha dalam negeri menjerit.

Menurut Airlangga, meskipun Trump menunda pemberlakukan tarif impor selama 90 hari, tapi Trump tetap men­genakan tarif tambahan 10 persen untuk produk Indonesia. "Itu juga menjadi konsen Indonesia, karena dengan tambahan 10 persen itu biaya ekspor menjadi lebih tinggi," ungkapnya.

Sebaliknya, untuk keuntungan AS, sambung Airlangga, Indonesia mengu­sulkan untuk membeli energi dari AS seperti LPG, crude oil, dan gasoline. Termasuk meningkatkan pembelian sejumlah produk pertanian seperti gandum, kedelai, serta turunannya.

Baca juga : Idrus: Isu Matahari Kembar Menyesatkan & Tidak Berdasar

Indonesia juga menyampaikan dukungan terhadap perusahaan-peru­sahaan AS yang beroperasi di Tanah Air dengan menjanjikan kemudahan perizinan dan insentif. Tak hanya itu, pihaknya mengajak AS kerja sama di sektor mineral strategis, penguatan rantai pasok, serta akses impor untuk produk hortikultura.

“Indonesia juga mendorong kerja sama di sektor pendidikan, sains, teknologi, engineering, matematika, serta pengembangan ekonomi digital dan jasa keuangan,” imbuh Airlangga.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.