Dark/Light Mode

PKSP FISIP UNAS-Pemkot Jaksel Kolab Gelar FGD Program KURASIK 2025

Rabu, 23 April 2025 20:29 WIB
Diseminasi dan FGD hasil kajian Program KURASIK, di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Senin (21/4/2025). (Foto: Dok. Unas)
Diseminasi dan FGD hasil kajian Program KURASIK, di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Senin (21/4/2025). (Foto: Dok. Unas)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pusat Studi Kajian Sosial dan Politik (PKSP) Universitas Nasional (UNAS) bersama Pemerintah Kota Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) dan Yayasan Rame Rame merilis hasil studi/penelitian terkait penataan kawasan Stasiun Pasar Minggu. Studi/penelitian termaktub di dalam program KURASIK 2025 (Kursus Akomodasi Sosial-Informal Kota).

Hasil studi tersebut dipamerkan di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan selama tiga hari, Senin hingga Rabu, 21-23 April 2025. Acara perilisan hasil studi/penelitian dilakukan pada Senin di Ruang Antasari Kantor Wali Kota Jakarta Selatan. Selain itu, dalam acara ini juga diadakan Diseminasi dan Focus Group Discussion (FGD).

Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Dekan FISIP Bidang Administrasi Akademik dan Keuangan Aos Yuli Firdaus, Plt Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Ali Murtadho, Asisten Pemerintah Sekretaris Kota Jakarta Selatan Muhlisin, Ketua PKSP FISIP UNAS Qonitah Basalamah, Ketua Yayasan Rame Rame Jakarta Chris Kelly, para pejabat dan staf di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, serta para peneliti yang merupakan mahasiswa dan praktisi perkotaan dari lintas bidang studi/latar belakang.

Dalam sambutannya, Wakil Dekan FISIP Bidang Administrasi Akademik dan Keuangan Aos Yuli Firdaus mengucapkan terima kasih atas dukungan dan support serta memfasilitasi program KURASIK yang diberikan Pemkot Jaksel. Mulai dari pembukaan, pelaksanaan, hingga pada penutupan kegiatan.

Baca juga : Pemprov DKI Bakal Gelar Operasi Pasar Selama Ramadan 2025

Ia menerangkan, program KURASIK bertujuan untuk mencari solusi dari permasalahan sosial yang ada di kota urban, khususnya di Jaksel. Ia berharap, hasil kajian yang sudah dilakukan peneliti dapat menjadi landasan Pemkot Jaksel untuk menyelesaikan masalah sosial yang ada.

“Mudah-mudahan hasil dari kajian penelitian dan juga hasil dari kursus selama ini bisa menjadi alternatif solusi untuk Pemerintah Kota Jakarta Selatan,” ujarnya.

Plt Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Ali Murtadho mengapresiasi UNAS dan Yayasan Rame Rame Jakarta yang telah memprakarsai langkah kemajuan untuk kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Ali mengungkapkan, kawasan Stasiun Pasar Minggu merupakan suatu lokasi dengan jaringan relasi sosial, ekonomi serta kawasan yang kompleks dengan sejarah yang panjang.

Ali berharap, program KURASIK ini tidak membatasi pada penataan tata ruang kota saja, namun juga bisa terhadap perilaku, preferensi, budaya serta psikologi pengguna. Selain itu ia juga berharap, hasil kajian yang sudah ada, dapat dijadikan saran kepada pemerintah agar penataan kawasan bisa lebih baik.

Baca juga : Dukung Pengembangan Potensi Desa, BRI Kembali Gelar Program Desa BRILian 2025

“Saya berharap, hasil ini (studi) dapat menjadi landasan kebijakan kepada Pemerintah Kota dalam rangka perbaikan atau penataan kawasan,” ucapnya.

Ketua Yayasan Rame Rame Jakarta Chris Kelly berharap, KURASIK dapat dijadikan program sebagai pendekatan umum di beberapa lokasi di Jakarta lainnya dalam rangka menyelesaikan permasalahan sosial seperti penataan wilayah.

“Harapan kami setelah ini, KURASIK bisa berkembang menjadi suatu program atau pendekatan umum yang dipakai di beberapa lokasi di Jakarta, supaya kita lebih paham bagaimana Jakarta bisa lebih baik lagi,” katanya.

Dalam acara FGD, setiap peneliti mempresentasikan hasil kajiannya. Terdapat lima kajian yang dibagi ke dalam zona yang ada di kawasan Pasar Minggu. Zona 1: Stasiun, Zona 2: Jalan Raya Pasar Minggu (JRPM), Zona 3: Jalan Raya Ragunan (JRR), Zona 4: Jalan Terminal Baru, dan Zona 5: Riverside. 

Baca juga : Promosi Wisata, Pemprov Kaltim Gelar Maratua Run 2025,

Program KURASIK 2025 bertujuan untuk menunjukkan hasil proses inkubasi yang melahirkan paradigma baru dari penataan ruang kota yang mengakui kebiasaan warga Jakarta untuk membuat, memodifikasi, serta saling-mengisi ruang semi-publik yang terbatas.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.