Dark/Light Mode

DKI Dan Banten Diimbau Bikin Masterplan

Layanan Transportasi Harus Sistematis Dan Terintegrasi

Senin, 28 April 2025 06:50 WIB
Bus Transjakarta di Terminal Blok M, Jakarta Selatan. (Foto: Fatimah Az Zahra/RM.ID)
Bus Transjakarta di Terminal Blok M, Jakarta Selatan. (Foto: Fatimah Az Zahra/RM.ID)

 Sebelumnya 
Tarifnya sangat terjangkau, sama dengan Transjakarta yang mengaspal di Jakarta, yakni Rp 3.500. “Namanya Trans seperti ini, pasti Pemerintah DKI mem­berikan subsidi,” kata Pram.

Ia menambahkan, rute Transjabodetabek lainnya yang segera dibuka, menghubungkan Jakarta dengan Bekasi, Depok, Bogor, dan Sawangan.

“Saya sudah menginstruksikan Dinas Perhubungan dan Dirut Transjakarta untuk mempersiapkan ekspansi besar-besaran layanan ini, termasuk menjangkau daerah-daerah yang selama ini belum terhubung,” ujarnya.

Baca juga : Raih Gelar Juara Copa del Rey, Barca Dekati Treble Winner

Peluncuran dan pengembangan Transjabodetabek, merupakan upaya Pemprov DKI untuk memperluas akses transportasi murah, ramah lingkungan dan terintegrasi bagi masyarakat di wilayah Jabodetabek.

Salah satu nilai tambah layanan ini adalah, integrasinya dengan Transjakarta. Penumpang yang telah menggunakan Transjabodetabek, tidak akan dikenai biaya tambahan saat melanjutkan perjalanan dengan Transjakarta. “Selama ada di Transjakarta, mau ke mana saja gratis. Terinte­grasi,” tegas Pramono.

Menurut Pram, saat ini 91 persen wilayah Jakarta telah ter­koneksi dengan fasilitas angkutan umum. Ke depannya, program Jaklingko akan diperluas hingga ke wilayah penyangga Jakarta dan dilengkapi dengan fasilitas parkir untuk memudahkan masyarakat menggunakan transportasi umum.

Baca juga : Piala Sudirman 2025, Tim Merah Putih Gunduli Inggris

Anggota DPRD DKI Jakarta August Hamonangan mengapresiasi pengembangan layanan transportasi umum ini. Namun, dia meminta Pemprov DKI meng­kaji lebih dalam kebijakan ini. Mengingat, tarif rute S61 akan di­subsidi menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta. “Terutama terkait keadilan mengenai tarif. Apakah rute ini lebih banyak dimanfaatkan warga ber-KTP Jakarta atau warga luar Jakar­ta,” kata August kepada Rakyat Merdeka, Jumat (25/4/2025).

Kajian juga perlu dilakukan untuk mengetahui manfaat atau dampak pengadaan transportasi umum lintas wilayah tersebut. Jika lebih banyak manfaatnya, meski harus merogoh APBD DKI, dia mengaku tidak mem­permasalahkannya. “Salah sa­tunya dalam mengatasi kemacetan. Apakah rute ini dapat mengurangi kemacetan di Ja­karta atau tidak?” ucapnya.

Gubernur Banten Andra Soni yang turut mencoba rute baru tersebut, mengapresiasi upa­ya Pemprov DKI yang akan berkoordinasi dengan pengelola tol agar memperlancar perjalanan Transjabodetabek. [DRS/RAA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.