Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dibeberin Airlangga Di Istana, RI-Amerika Teken Perjanjian Rahasia
Selasa, 29 April 2025 08:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Negoisasi tahap pertama Indonesia dan Amerika Serikat soal tarif resiprokal sudah rampung. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto selaku pemimpin delegasi Indonesia, telah melaporkan hasil negosiasi tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto. Apa yang dilaporkan? Salah satunya, RI-Amerika sudah teken perjanjian rahasia. Apa maksudnya? “Artinya, apa yang sedang kita bahas itu hanya untuk dua belah pihak. Kita tidak publish ke masyarakat ataupun ke pihak lain,” jelas Airlangga usai menghadap Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Senin (28/4/2024).
Airlangga menjelaskan, dalam proses negosiasi tahap awal, Indonesia dan Amerika telah menandatangani Non-Disclosure Agreement (NDA) sebagai bagian dari upaya mempercepat perundingan terkait tarif, investasi, dan keamanan ekonomi antara kedua negara.
Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu menjelaskan, kesepakatan terjadi setelah delegasi yang dikirim ke Washington DC, AS melakukan pertemuan dengan sejumlah pejabat AS. Mulai dari US Trade Representative, Secretary Commerce, Secretary Treasury, hingga Director of National Economic Council.
Baca juga : Lily Pujiati: Inggris Bisa Tuh Jadikan Pengemudi Ojol Karyawan
Selain itu, delegasi juga bertemu dengan sejumlah pelaku usaha seperti Semikonduktor Industry Association, United States-ASEAN Business Council, United States-Industry Indonesia Society (USINDO), Asia Group, Amazon, Boeing, Microsoft, hingga Google.
“Juga dengan beberapa dari negara lain, antara lain pertemuan secara virtual saya dengan Menteri Luar Negeri Australia Don Farrell, Menteri Trade dan Industri Korea Selatan Mr. Degen An,” sebutnya.
Dalam laporannya kepada Presiden, Airlangga menyampaikan bahwa secara prinsip, apa yang ditawarkan Indonesia kepada AS mendapatkan apresiasi karena masukkannya relatif komprehensif. Ia pun menyebut, Pemerintah Indonesia menawarkan skema yang tidak hanya mengatur soal tarif, tetapi juga mencakup aspek non-tarif, serta rencana penyeimbangan neraca perdagangan antara kedua negara.
Baca juga : Pemerintah Fokuskan Pendidikan Dan DTSEN
“Kita sebut itu fair and square,” tegasnya.
Airlangga melanjutkan, neraca perdagangan bilateral yang saat ini mencatat surplus sekitar 19 miliar dolar AS di pihak Indonesia akan diimbangi melalui komitmen transaksi jual beli langsung senilai lebih dari 19,5 miliar dolar AS. Lalu, ditambah dengan sejumlah proyek pembelian barang dan jasa dari Amerika.
Selain membahas tarif, Airlangga menyebut negosiasi juga menyentuh isu-isu strategis seperti pengelolaan critical minerals. Diketahui, critical minerals adalah sumber daya mineral berupa logam maupun non-logam bernilai ekonomi, namun beresiko mengalami gangguan pasokan. Hal itu akibat kelangkaan geologis, gangguan geopolitik dan sebagainya.
Baca juga : Setelah Ikuti Bimtek, Kader NasDem Harus Kerja Nyata
Selain itu, negosiasi RI-Amerika juga membahas soal permintaan tarif resiprokal untuk komoditas utama ekspor Indonesia, serta kerja sama di bidang pendidikan dan sains. Indonesia menegaskan pentingnya mendapatkan equal level playing field dengan negara-negara lain seperti Vietnam dan Bangladesh dalam perdagangan dengan Amerika Serikat.
“Kami minta tarif ekspor kita diperlakukan sama seperti negara-negara lain, agar kompetisi berjalan adil,” ungkapnya.
Dalam rangka mempercepat realisasi hasil negosiasi dan meningkatkan posisi Indonesia dalam hubungan bilateral, Airlangga menyebut Presiden Prabowo telah menyetujui pembentukan tiga satuan tugas (satgas).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya