Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Atasi Tawuran, Gubernur Pram Fokus Buka Lapangan Kerja Dan Aktivasi Ruang Publik
Jumat, 16 Mei 2025 20:54 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Penanggulangan tawuran di wilayah Ibu Kota akan difokuskan pada penyediaan lapangan pekerjaan serta pembukaan ruang aktivitas yang positif bagi masyarakat, terutama generasi muda.
“Yang pertama, berkaitan dengan Manggarai bershalawat sebenarnya saya tidak mendikotomikan persoalan orang berantem harus bershalawat, enggak, saya melakukan bagaimana pendekatan dengan berbagai aspek termasuk pendekatan keagamaan,” ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di RPTRA Kalijodo, Jakarta Utara, Jumat (16/5/2025).
Meski pendekatan religius tetap menjadi bagian dari strategi sosial, Pramono menilai bahwa solusi yang lebih konkret dan berjangka panjang adalah melalui penyediaan akses pekerjaan dan ruang produktif.
Baca juga : Bikin PIK Inklusif, Gubernur Pram Bakal Operasikan TransJakarta Rute Blok M-PIK
“Tetapi, pendekatan lain akan kami lakukan termasuk membuka tempat ruang untuk orang berolahraga sebanyak mungkin, membuka lapangan pekerjaan itu menurut saya solusinya lebih pasti karena memang seperti di Manggarai yang dibutuhkan anak-anak di sana bisa bekerja dan saya akan melakukan itu,” lanjutnya.
Dia menambahkan, kegiatan bershalawat hanyalah satu bentuk pintu masuk dalam pendekatan sosial yang lebih luas. Fokus utama pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta adalah menciptakan lingkungan yang produktif agar energi masyarakat, khususnya anak muda, dapat tersalurkan secara positif.
“Shalawat menjadi pintu masuk bahwa kemudian untuk hal yang lain akan kami lakukan. Saya percaya kalau ruang di Jakarta ini menjadi produktif, CFD salah satunya, itu akan membuat orang energinya tersalurkan,” jelas Pramono.
Baca juga : Tekan Tawuran, Pramono Usulkan Program Manggarai Bersolawat
Selain itu, aktivasi ruang-ruang publik seperti taman kota juga akan digencarkan. Namun, Pramono menekankan bahwa hal tersebut bukan semata-mata bertujuan untuk mengurangi angka tawuran, melainkan sebagai sarana ekspresi dan produktivitas masyarakat.
“Maka nanti malam mulai mengaktivasi taman di Jakarta, bukan untuk ngurangi tawuran, enggak ada hubungannya taman sama tawuran, enggak ada. Taman untuk ekspresi orang sebanyak mungkin menyalurkan energinya menjadi positif, itu yang saya lakukan,” tegasnya.
Langkah ini sejalan dengan komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk membangun kota yang inklusif, aman, dan sehat, serta mengutamakan pendekatan partisipatif yang melibatkan komunitas dalam mengatasi persoalan sosial seperti tawuran remaja.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya