Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Waspada, Banjir Rob Ancam Rendam Pesisir Jakarta Utara Hingga 31 Mei 2025
Selasa, 27 Mei 2025 21:46 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta mengimbau masyarakat di pesisir Jakarta Utara mewaspadai banjir rob akibat fenomena "supermoon" pada 24 Mei-31 Mei 2025.
"Waspada menghadapi fenomena supermoon dari mulai 24 sampai 31 Mei 2025," ujar Kepala Satuan Pelaksana Pengolahan Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Kristian Gottam Marudut Sihombing seperti dikutip Antara, Selasa (27/5/2025).
BPBD DKI Jakarta juga mengimbau warga agar selalu menjaga lingkungan di sekitar agar sampah-sampah yang berada itu tidak tergenang dan menjadi sumber penyakit.
Baca juga : Segera Siapkan Perahu Karet Dan Pengungsian
Dia dalam "Dialog Tanggap Bencana Kentongan" mengatakan, fenomena alam "supermoon" akan berdampak sangat besar terhadap pasang surut air.
"Supermoon" adalah saat bulan tampak lebih dekat dan besar dari biasanya. Biasanya terjadi saat bulan berada lebih tinggi dari bumi, menutupi permukaan bumi. Waktu terjadinya fenomena ini dalam setahun tak bisa diprediksi.
Dampak utama "supermoon" adalah peningkatan ketinggian air laut yang dapat menyebabkan banjir rob di wilayah pesisir.
Baca juga : Hasil Investigasi dan Rekomendasi KNKT Atas Tabrakan Beruntun Cipularang KM 92
Banjir rob bisa mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan kerugian ekonomi serta korban jiwa bagi masyarakat di wilayah pesisir pantai.
Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama pemerintah pusat saat ini berupaya untuk melakukan perbaikan infrastruktur di wilayah pesisir dan menanam mangrove di wilayah-wilayah pesisir untuk mengurangi dampak banjir rob.
Pemprov DKI juga mengembangkan sistem peringatan dini bencana berbasis digital (Disaster Warning System/DWS) sebagai alat penyampai informasi kepada warga di daerah rawan banjir.
Baca juga : Dibantu PKP, Dana Konsumen Meikarta Tahap Pertama Dibayar Rp3,5 Miliar
"Saat ini Pemprov DKI Jakarta berusaha menambah jumlah DWS agar memang peringatan dini bisa lebih maksimal," kata Kristian.
Pemprov DKI Jakarta juga mengupayakan cara lain untuk melindungi warga, yakni melalui program pembangunan rumah apung. Dengan begitu, ketika terjadi banjir rob, rumah-rumah tidak terlalu tergenang tapi bisa mengikuti arah air.
"Kami menyosialisasikan untuk pembangunan itu kepada masyarakat," kata Kristian.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya