Dark/Light Mode

DKI Bangun 13 Rumah Pompa Baru Buat Atasi Banjir

Biar Berfungsi Optimal, Jangan Lupa Dirawat Ya

Sabtu, 31 Mei 2025 06:50 WIB
Ketua Komisi D DPRD DKI Yuke Yurike. (Foto: Dok. DPRD DKI Jakarta)
Ketua Komisi D DPRD DKI Yuke Yurike. (Foto: Dok. DPRD DKI Jakarta)

 Sebelumnya 
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas SDA DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum menambah­kan, saat ini rencana pembangunan 13 rumah pompa sedang dalam proses pembahasan dan perencanaan dengan DPRD.

Belasan rumah pompa tersebut, yakni di Pompa Bulak Cabe yang hilirnya di Kali Cakung Lama, kemudian Cilincing, Warung Jeng­kol, Kampung Sawah Rawa Terate, Kayu Putih Rawaterate, Ancol, IKIP, Cempaka Putih, Cempaka Putih Barat, Cengkareng, Mangga­raya Greenfield dan Daan Mogot.

Sementara itu, Anggota DPRD DKI Kevin Wu menyoroti se­jumlah wilayah di Jakarta Barat yang menjadi langganan ban­jir, padahal ada rumah pompa. Yakni, Pasar Patra dan Jalan Patra, Kelurahan Duri Kepa, Ke­camatan Kebon Jeruk. Saat hujan pada Rabu (21/5/2025), wilayah ini tergenang, dengan ketinggian air 30-60 centimeter (Cm).

Baca juga : Dhika Himawan, Masih Sleep Call Meski Udah Nikah

Kevin menyebut, banjir ini bukan lagi sekadar bencana alam, melainkan bencana tata kelola yang berulang setiap musim hujan. Apalagi, lanjut dia, banyak warga mengeluh­kan tidak adanya petugas yang melakukan penyedotan serta lambatnya aliran air surut akibat saluran yang mampet dan tidak terhubung dengan baik.

“Masalah utamanya adalah sistem drainase yang buruk, saluran air yang tersumbat, kali yang dangkal, dan tidak adanya koordinasi yang baik antar dinas terkait. Ini masalah manajemen dan kepemimpinan,” kata Kevin.

Dia mengutip, data Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta yang menyebutkan, Ibu Kota memiliki lebih dari 4.000 Km saluran drainase. Namun, hanya sekitar 30 persen yang tercatat rutin dibersihkan.

Baca juga : Blusukan ke IKN, Gibran Minta Beringin Ditanam di Istana Wapres

“Saya mendesak Gubernur dan jajarannya untuk melakukan revitalisasi total saluran air di titik-titik rawan,” pintanya.

Kepala Suku Dinas (Sudin) SDA Jakarta Barat Purwanti Suryandari mengatakan, banjir yang terjadi di kawasan Jalan Patra bukan karena rumah pompa tidak berfungsi. Tapi, lantaran hu­jan susulan yang memperlambat penanganan banjir atau genangan.

Purwanti menyebut, rumah pompa di kawasan tersebut, terma­suk pompa stasioner yang mampu menyedot air banjir hingga ribuan liter per detik, sudah beroperasi sehingga banjir sempat surut. “Termasuk pompa mobile dan pompa apung juga kami turunkan ke titik-titik yang parah,” kata Purwanti, Kamis (22/5/2025).

Baca juga : Berangkat ke Tanah Suci, Amirul Hajj Bawa Amanah Presiden Muliakan Jemaah

Terkait kinerja dua rumah pom­pa di wilayah tersebut, Purwanti akan melakukan evaluasi. Yakni Rumah Pompa Kebon Raya yang terletak di Jalan Patra, RT 07, RW 02, Duri Kepa dengan kapasitas 2.600 liter per second (lps).

Lalu, Rumah Pompa Patra di Jalan Patra Raya, RT 08, RW 02, Duri Kepa dengan kapasitas 5.000 lps. “Mungkin kapasitas pompanya kurang, nanti kami evaluasi,” ujarnya. [DRS/RAA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.