Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sebelumnya
“Kalau teman-teman ke kampung-kampung, pasti lihat pompa kecil-kecil. Semua sudah dibagikan,” ujar Ika.
Sebanyak 202 alat berat pun diturunkan untuk melakukan pengerukan di sejumlah sungai. Ika menyebut, meskipun biasanya pengerukan dilakukan saat musim kemarau, kini pihaknya melakukannya di musim hujan atas izin Gubernur.
Data dari BPBD DKI Jakarta menyebutkan, hingga saat ini terdapat 996 warga yang mengungsi di 17 lokasi akibat rumah mereka terendam. Banjir juga masih menggenangi 100 RT di wilayah Jakarta Timur, Barat, Pusat, dan Selatan.
Baca juga : Menko Polkam Fokus Jaga Stabilitas Nasional Mengawal Program Prioritas Presiden
“Kami menyiapkan kebutuhan dasar bagi para penyintas,” ujar Kepala Pusdatin BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan.
BPBD juga terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait seperti SDA, Bina Marga, dan Gulkarmat untuk penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air tetap berfungsi.
Dari sisi kesiapsiagaan, BNPB mengimbau agar personel BPBD, TNI, dan Polri sigap melakukan evakuasi jika hujan berlangsung lebih dari satu jam atau tinggi muka air meningkat signifikan.
Baca juga : Zoya, Perempuan Suku Chukchi Penjaga Tradisi
“Segera evakuasi masyarakat yang bermukim di bantaran sungai jika ada tanda-tanda air naik,” kata Kepala Pusdatinkom BNPB Abdul Muhari.
Sementara, Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto menyampaikan, operasi modifikasi cuaca (OMC) telah dimulai untuk mengurangi potensi hujan ekstrem. “Kami bekerja sama dengan Pemda DKI, Jawa Barat, dan BNPB. Posko OMC berada di Halim Perdanakusuma,” ujarnya.
Seto berharap langkah ini bisa membantu mengurangi intensitas hujan serta mempercepat surutnya banjir di wilayah terdampak.
Baca juga : PDIP Sarankan Ketua DPR Segera Bertemu Presiden
“Sehingga bisa mengurangi beban penderitaan warga yang saat ini terdampak banjir,” pungkasnya. [MEN/BYU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya