Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dorong Semua Pihak Transparan Ke Publik
Pramono Dukung Penuh Penyidikan Beras Oplosan
Sabtu, 26 Juli 2025 06:50 WIB
Sebelumnya
Pram pun menyatakan pentingnya keterbukaan dalam menghadapi penanganan kasus ini.
“Kalau ada kesalahan atau kesengajaan, siapa pun pelakunya, tidak akan kami lindungi,” ujarnya.
Sehari sebelumnya, Pram juga menanggapi kasus ini. Dia mengaku telah berkomunikasi dengan Menteri Pertanian. “Apa pun yang menjadi arahan maupun temuan, tidak boleh ditutup-tutupi,” ujar Pram di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (23/7/2025).
Baca juga : Chikita Meidy, Suami Sudah Nyerah Jalani Rumah Tangga
Pram menekankan, semua pihak harus bertanggung jawab dan menyampaikan informasi secara jujur kepada publik. “Bagi saya, keterbukaan itu penting,” tandasnya.
Food Station Tjipinang, lanjut Pram, selama ini memiliki peran penting, sebagai salah satu penjaga stabilitas harga pangan dan tingkat inflasi di Jakarta. “Mereka punya kontribusi yang besar,” tandasnya.
Saat ditanya, apa langkahnya apabila terbukti ada pelanggaran di tubuh FS Tjipinang, Pram menyatakan bahwa hal tersebut merupakan kewenangan aparat penegak hukum. “Saya tidak akan ikut campur,” ucapnya.
Baca juga : Gibran Happy, Banyak Anak Muda Peduli Lingkungan
Sebelumnya, terungkap praktik pengoplosan beras kualitas medium yang dikemas ulang sebagai beras premium. Akibatnya, masyarakat dirugikan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut, praktik pengoplosan beras dilakukan secara masif dan sistematis. Ia memperkirakan, kerugian masyarakat akibat kasus ini sebesar Rp 99 triliun dalam setahun terakhir.
“Kalau kecurangan ini terjadi lebih dari satu tahun atau sampai lima tahun, kerugiannya jauh di atas Rp 100 triliun,” duga Amran dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR, Rabu (16/7/2025).
Baca juga : Sektor Energi Menyerap Banyak Tenaga Kerja
Menurut Amran, modusnya adalah mengemas ulang beras curah atau kualitas medium dengan label premium, lalu menjualnya lebih mahal tanpa peningkatan mutu. [DRS/RAA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya