Dark/Light Mode

Duh, Masih Ada Warga Jakarta Buang Hajat Di Kebun

Jumat, 1 Agustus 2025 15:04 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung (belakang kiri), memantau kondisi sungai menggunakan perahu karet saat kegiatan susur sungai di Kanal Banjir Barat, Jakarta, Kamis (31/7/25). Kegiatan ini dilakukan untuk meninjau langsung sejumlah titik krusial pengendalian banjir, seperti Pintu Air Manggarai, Pintu Air Setiabudi, dan Pintu Air KPK di Sungai Ciliwung. (Foto: Rizki Syahputra/RM)
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung (belakang kiri), memantau kondisi sungai menggunakan perahu karet saat kegiatan susur sungai di Kanal Banjir Barat, Jakarta, Kamis (31/7/25). Kegiatan ini dilakukan untuk meninjau langsung sejumlah titik krusial pengendalian banjir, seperti Pintu Air Manggarai, Pintu Air Setiabudi, dan Pintu Air KPK di Sungai Ciliwung. (Foto: Rizki Syahputra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut perilaku buang air besar sembarangan (BABS) di sungai kini sudah sangat jarang ditemukan di Jakarta. Namun, masih ada warga yang ketahuan BABS di kebun.

"Sekarang ini sebenarnya menggunakan sungai yang besar gini hampir tidak ada. Sungai kecil saya tidak tahu karena belum kita cek secara detail. Tetapi kebanyakan, mohon maaf, buang air besar itu rata-rata malah di kebun. Dan yang seperti itulah yang kemudian harus dirubah,” ujar Pramono saat meninjau bantaran Kali Ciliwung di Jakarta Pusat, Kamis (31/7).

Pramono menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai, khususnya dari sampah rumah tangga dan limbah manusia. Menurutnya, partisipasi warga menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya banjir dan pencemaran lingkungan.

Baca juga : SIM Keliling Jakarta Jumat 1 Agustus, Hadir Di 5 Lokasi

“Dalam kesempatan ini kami memohon meminta kepada masyarakat supaya kesadaran untuk merawat menjaga sungai secara bersama-sama ini menjadi bagian yang kita jalani bersama,” katanya.

Menurut Pramono, kawasan-kawasan utama di Jakarta kini sudah jauh lebih bersih. Dia menyebut, praktik buang sampah dan BABS di sungai besar kini nyaris tidak ada lagi, meskipun masih ditemukan warga yang menaruh barang di sekitar bantaran sungai.

“Ya kalau di tempat yang utama ini sebenarnya sudah enggak ada, mohon maaf, gangguan dari masyarakat atau penduduk. Walaupun ada satu dua tadi masyarakat yang ingin memanfaatkan untuk mereka menaruh barang-barangnya, tetapi secara keseluruhan sebenarnya tidak ada lagi misalnya lah orang membuang sampah seberangan di sepanjang sungai ini,” ungkap Pramono.

Baca juga : PT Timah Bersama Tim Gabungan Tertibkan Tambang Ilegal di Merbuk

Untuk mengatasi kebiasaan BABS di area perkebunan, Pemprov DKI telah membangun sejumlah septic tank komunal. Salah satu contohnya dilakukan di wilayah Jakarta Timur, seperti di Bidara Cina. Septic tank ini bahkan telah memanfaatkan teknologi biogas.

“Jadi kemarin ketika di Jakarta Timur kita sudah membuat yang namanya septic tank komunal. Dan itu secara biogas dan sudah bisa dilakukan,” ujar Pramono.

Dia menyebut, pembangunan fasilitas ini mampu menurunkan secara signifikan jumlah keluarga yang menggunakan sungai sebagai tempat buang air besar.

Baca juga : Dekopin: Koperasi Pilar Kemandirian Bangsa, Saatnya Bangkit dari Desa

“Dan dampaknya bisa secara signifikan menurunkan keluarga yang menggunakan sungai,” lanjutnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memulai pembangunan septic tank komunal terintegrasi teknologi tepat guna biogas dan septic tank skala rumah tangga untuk mengatasi persoalan buang air besar (BAB) sembarangan di permukiman padat penduduk.

“Persoalan buang air besar sembarangan ini masih menjadi persoalan yang mendapatkan perhatian kita Pemprov DKI Jakarta, walaupun dibandingkan daerah lainnya sebenarnya di Jakarta sudah relatif cukup rendah,” ujar Gubernur Pramono saat di groundbreaking Rusunami Bidara Cina, Jakarta Timur, Senin (28/72025).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.