Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pasar Taman Puring Tiga Kali Dilalap Api
Pencegahan Kebakaran Harus Terus Disosialisasikan
Sabtu, 2 Agustus 2025 06:50 WIB
Sebelumnya
“Ini bukan kejadian pertama. Dalam 20 tahun terakhir, Pasar Taman Puring sudah tiga kali terbakar. Artinya, kita belum belajar dari kejadian sebelumnya,” ujar Kevin.
Menurutnya, revitalisasi pasar rakyat tidak boleh hanya mempercantik tampilan fisik.
Aspek keamanan instalasi listrik, sistem proteksi kebakaran, dan edukasi pedagang juga harus diperhatikan.
Kevin menambahkan, standar keamanan seperti detektor asap, APAR, dan jalur evakuasi harus ditingkatkan.
Baca juga : Steffi Zamora, Pamer Foto Tunangan
“Pedagang juga harus rutin dilibatkan dalam pelatihan pencegahan kebakaran,” imbuhnya.
Ia juga mendesak adanya sertifikasi teknis untuk instalasi listrik serta pembentukan unit pengawasan teknis di pasar rakyat. “Keselamatan harus jadi bagian dari perencanaan tata ruang dan pembangunan ulang pasar,” katanya.
Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini juga menyinggung tiga masalah klasik Jakarta: kebakaran, banjir, dan kemacetan. “Kalau tidak diselesaikan secara sistemik, warga yang akan selalu jadi korban. Kita butuh keberanian untuk berubah,” ucap Kevin.
PSI, kata dia, akan terus mengawal agar kebijakan pembangunan di Jakarta berpihak pada keselamatan dan kenyamanan warga.
Baca juga : Rapat Malam-malam, Prabowo Keras ke Pengoplos Beras
Termasuk bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menggantungkan hidup di pasar rakyat.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berjanji segera melakukan perbaikan dan revitalisasi Pasar Taman Puring. Menurut Pram, pasar tersebut memiliki fungsi vital bagi masyarakat sekitar.
Dia mengaku langsung memantau proses pemadaman api hingga malam hari, dan berkoordinasi dengan Wali Kota Jakarta Selatan. “Saya juga memantau apakah ada korban atau tidak. Alhamdulillah, tidak ada,” kata Pram di Waduk Pluit, Jakarta Utara, Selasa (29/7/2025).
Gubernur mengakui, Pasar Taman Puring sudah tiga kali mengalami kebakaran.
Baca juga : Dapat Banyak Kritikan, PPATK Buka Blokir 28 Juta Rekening
“Api cepat menyebar karena kondisi pasar padat dan sempit. Meski alat pemadam api ringan tersedia, sulit digunakan secara optimal,” jelasnya.
Namun, dia menilai, penanganan kebakaran kali ini cukup cepat karena mobil pemadam kebakaran (Damkar) bisa menjangkau lokasi dengan baik. [DRS/RAA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya