Dark/Light Mode

DLH DKI Klaim RDF Rorotan Bebas Emisi Berbahaya

Jumat, 26 September 2025 17:39 WIB
Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto. (Foto: Zahra/RM)
Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto. (Foto: Zahra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta memastikan fasilitas pengolahan sampah Refuse Derived Fuel (RDF) Plant di Rorotan, Jakarta Utara, tidak akan menghasilkan emisi yang berbahaya bagi kesehatan masyarakat saat mulai beroperasi.

Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menegaskan bahwa pihaknya masih menunda pengoperasian RDF Rorotan untuk menanggapi keluhan warga sekitar terkait potensi bau dan emisi. Awalnya, RDF Plant Rorotan dijadwalkan melakukan uji coba pada Rabu (24/9). 

“Iya, karena memang harusnya pekan ini (24/9) tapi kemarin kami melihat bahwa masih ada harapan-harapan masyarakat. Sehingga kami yang tadinya minggu ini kami akan lakukan uji coba, akhirnya kami mundur di pekan depan dan mudah-mudahan jauh lebih optimis,” kata Asep di Jakarta, Jumat (26/9/2025)

DLH DKI menekankan bahwa pengoperasian RDF Rorotan akan dijalankan dengan penuh kehati-hatian. Berbagai teknologi pengendalian emisi dipersiapkan agar tidak menimbulkan bau maupun polusi udara yang merugikan masyarakat sekitar.

Baca juga : DEN Klaim Produksi Migas Nasional Sudah On Track

“Sehingga memang dalam pengoperasian dari RDF Rorotan tersebut, kami juga terus meningkatkan, menambah equipment-equipment yang dapat menjaga emisi udara yang dihasilkan dari cerobong ataupun dari kebauan,” jelas Asep.

Dia menambahkan, dalam waktu dekat DLH akan mengundang masyarakat sekitar untuk meninjau langsung kondisi terkini RDF Plant Rorotan.

"Mungkin dalam waktu dekat kami juga akan mengundang warga masyarakat, untuk sama-sama melihat kondisi terkini dari RDF Rorotan tersebut. Sehingga kami menjamin bahwa nanti pada saat pengoperasian, RDF Rorotan tidak ada lagi emisi-emisi yang mengganggu kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Asep memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta selalu mengedepankan kepentingan warga dalam setiap langkah kebijakan terkait pengelolaan lingkungan, khususnya dalam pembangunan RDF Plant Rorotan.

Baca juga : Kecacingan Masih Bersama Kita

Lebih lanjut, DLH DKI pun memutuskan untuk menahan diri sementara waktu, hingga kondisi benar-benar kondusif dan masyarakat sekitar siap menerima keberadaan proyek tersebut.

"Dan kemarin juga saya sampaikan ke Pak Agung (Kepala PTSP Sampah) Kalau memang kita benar-benar prepare-nya sudah bagus, kondisi equipment mesin semuanya sudah benar-benar lancar, kita undang masyarakat, supaya tidak ada isu-isu lagi,” kata Asep.

Sebelumnya, Gubernur Jakarta Pramono Anung juga mengatakan bahwa dirinya ingin mengundang masyarakat untuk menyaksikan bersama proses komisioning di RDF Rorotan di Jakarta Utara.

Dia menyebut tujuan mengundang masyarakat agar mereka dapat melihat langsung bahwa janji-janji yang sebelumnya diberikan Pemprov Jakarta terkait RDF Rorotan telah dipenuhi.

Baca juga : Hasto Keluar Rutan Pasca dapat Amnesti, KPK: Berobat

Sebab, kata Pramono, hal itu merupakan tanggung jawab dari Pemprov DKI Jakarta. Terlebih lagi, adanya RDF Rorotan memiliki tujuan yang baik yakni untuk mengatasi persoalan sampah di Jakarta.

Proyek Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan, Jakarta Utara, rampung dan resmi beroperasi pada 22 Agustus 2025 sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Proyek ini diharapkan menjadi satu langkah mempercepat pengolahan sampah Jakarta secara modern sekaligus mengatasi permasalahan bau yang sebelumnya dikeluhkan warga.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.