Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
KP2MI Perluas Program Pelatihan Vokasi Lintas Sektor bagi Calon Pekerja Migran
Kamis, 9 Oktober 2025 17:52 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) memperluas program pelatihan vokasi lintas sektor bagi calon pekerja migran Indonesia (PMI). Upaya ini dilakukan melalui kerja sama strategis dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Koperasi dan UKM, mencakup sektor energi, manufaktur, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga PMI.
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto agar peningkatan perlindungan dan kompetensi pekerja migran dilakukan secara cepat, terukur, dan berkelanjutan.
"Terdapat dua arahan Presiden Republik Indonesia kepada Menteri P2MI, yaitu meningkatkan kualitas perlindungan pekerja migran Indonesia dan meningkatkan keterampilan serta kompetensi pekerja migran menuju kesejahteraan,” ujar Menteri KP2MI Mukhtarudin dalam agenda Penandatanganan Nota Kesepahaman di Jakarta, Rabu (8/10/2025).
Mukhtarudin mengungkapkan, KP2MI kini berkolaborasi dengan sedikitnya 12 kementerian dan lembaga yang memiliki unit pelatihan vokasi di pusat dan daerah. Saat ini, terdapat 37 ribu lembaga vokasi dengan kapasitas latihan mencapai 8.250.600 peserta di seluruh Indonesia.
Baca juga : PP 39 Tahun 2025 Diapresiasi, Prioritaskan Kebutuhan Minerba Dalam Negeri
Sekitar 360 lembaga vokasi telah terlibat langsung dalam penyiapan calon pekerja migran dengan daya latih mencapai 298.151 peserta. Selain itu, 10 kementerian telah menyiapkan data lembaga pelatihan yang link and match dengan kebutuhan pasar kerja luar negeri.
“Kementerian ESDM punya tujuh kerja vokasi yakni ada 5 dari PPSDM, migas, geominerba, ketenagalistrikan yang baru-terbarukan, konservasi energi, serta aparatur tambang bawah tanah, dan dua proyek teknik,” terang Mukhtarudin.
Sementara itu, kerja sama dengan Kementerian Perindustrian diarahkan pada pelatihan di bidang manufaktur dan jasa, dengan fokus pada hospitality, bahasa asing, culinary, caregiver, serta sektor perkebunan.
“Total yang kita latih ada 320 peserta yang hari ini sedang berjalan dengan Kementerian Perindustrian yaitu hospitality, bahasa asing, caregiver (perawatan), dan perkebunan,” tuturnya.
Baca juga : Komdis PSSI Jatuhkan Sanksi Ke Sejumlah Klub Dan Pemain
Tidak hanya pada tahap pra-penempatan, KP2MI juga memperkuat dukungan bagi pekerja migran yang telah kembali ke Tanah Air. Melalui kerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM, program ini mencakup akses pembiayaan, pendampingan usaha, dan fasilitasi pengembangan UMKM berbasis desa.
“Mereka membentuk usaha mikro yang ada di desanya di daerah-daerah masing-masing, dan ini baru Kementerian UMKM bisa ikut mendamping dalam proses itu,” ujar Mukhtarudin.
Program pemberdayaan ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi keluarga PMI, serta menciptakan rantai nilai produktif di tingkat desa.
Mukhtarudin juga menjelaskan bahwa negara tujuan penempatan yang menjadi fokus pelatihan mencakup Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Jerman, Belanda, Kolombia, Kanada, dan Amerika Serikat.
Baca juga : BTN Gelar Literasi Keuangan & Pelatihan Ramah Lingkungan Bagi Pengrajin Batik
“Melalui penandatanganan nota kesepahaman MoU ini dapat menjadi sarana akselerasi dan mencapai kesejahteraan pekerja migran Indonesia,” pungkas Mukhtarudin.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya