Dark/Light Mode

Pemprov DKI Ngaku Nggak Bisa Turun Tangan Perbaiki Jalan Inspeksi Kali Duri

Senin, 27 Oktober 2025 20:18 WIB
Jalan Inspeksi Kali Duri, Penjaringan, Jakarta Utara. (Foto: Zahra/RM)
Jalan Inspeksi Kali Duri, Penjaringan, Jakarta Utara. (Foto: Zahra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau kondisi jalan tinggi sebelah yang kerap dikeluhkan warga di Jalan Inspeksi Kali Duri, Penjaringan, Jakarta Utara. Jalan sepanjang 320 meter yang dibangun oleh pihak swasta pada 2016 itu hingga kini mangkrak dan belum dapat digunakan secara maksimal karena konstruksinya tidak merata dan membahayakan pengguna jalan.

Pantauan RM.id di lokasi, Pramono datang bersama Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo, Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat, dan sejumlah jajaran Pemprov DKI lainnya. Kondisi jalan tampak tinggi di salah satu sisi sehingga rawan membuat kendaraan tergelincir.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo menjelaskan bahwa proyek jalan tersebut awalnya dibangun oleh pihak swasta, namun terhenti tanpa kejelasan hingga saat ini.

"Ini waktu itu dibangun melalui swasta, ya, kemudian terhenti. Nah, kami akan komunikasikan dengan pihak pengembang. Ya, nanti kami komunikasikan. Kalau bisa dilanjut, dilanjut," kata Heru.

Baca juga : DPRD DKI Longgarkan Zona Larangan Penjualan Rokok Di Raperda Kawasan Tanpa Rokok

Publik mempertanyakan mengapa proyek ini tak kunjung terselesaikan sejak 2016. Heru mengakui bahwa Dinas Bina Marga sebenarnya sudah ingin turun tangan.

"Sebenarnya kita mau masuk dari tahun 2023, ya, cuma ketahanlah. Ketahan, ya, yang tidak bisa saya sampaikan di sini," ungkapnya.

"Tapi memang sebenarnya kita mau masuk dari 2023, tapi tidak bisa dilaksanakan. Nah, itulah yang akan saya bicarakan dengan pengembang," lanjutnya.

Menurut Heru, jalan tersebut awalnya sudah dalam kondisi baik. Namun pihak pengembang kemudian meninggikan salah satu sisi jalan, kemungkinan sebagai antisipasi banjir rob.

Baca juga : Menperin Targetkan RI Jadi Pusat Inovasi Tekstil Dunia

"Sebenarnya jalan ini existing-nya sudah bagus sebenarnya, ya cuma memang dari pengembang ada meninggikan jalan ini. Mungkin karena mungkin ada rob, mungkin ya. Mungkin itu," jelas Heru.

Namun kondisi itu justru membuat jalan kini menjadi miring dan berbahaya bagi pengguna jalan.

"Ya kita, ya paling kan harus disamakan dengan jalan di sebelahnya," kata Heru.

Dia mengatakan jalan tersebut merupakan aset Dinas Bina Marga DKI. Tetapi, menurut dia, dulu banyak proyek infrastruktur yang dibangun pihak swasta lewat corporate social responsibility (CSR) ataupun koefisien luas bangunan (KLB).

Baca juga : Sinergi Pemprov DKI, Komwaja Dukung Transformasi PAM Jaya

"Karena di wilayah ini sering ada rob, mungkin pengembang waktu itu berniat meninggikan jalan. Tapi kami akan pastikan dulu, ini tanggung jawab CSR, kewajiban KLB, atau bentuk lainnya," tuturnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.