Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Evaluasi Transjabodetabek, Pramono Perkuat Transportasi Terpadu Lintas Wilayah
Rabu, 29 Oktober 2025 12:58 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memimpin rapat koordinasi dengan para Kepala Daerah di wilayah Jabodetabek untuk membahas penguatan sistem transportasi terpadu lintas wilayah.
Pertemuan tersebut digelar sebagai langkah evaluasi dan perencanaan pengembangan Transjabodetabek serta integrasi transportasi umum yang lebih efektif.
“Karena bagaimanapun untuk mengatasi persoalan transportasi di Jakarta, tidak bisa sendirian, harus bersama-sama dengan daerah-daerah yang ada, terutama Bogor, Bekasi, Depok, Tangerang, Tangerang Selatan,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (29/10/2025).
Dalam rapat yang turut dihadiri para kepala daerah Bodetabek itu, salah satu agenda utama adalah evaluasi operasional Transjabodetabek yang saat ini telah berjalan di enam koridor rute. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menilai perlu dilakukan kajian menyeluruh terkait kelayakan pengembangan rute tambahan.
Baca juga : Tarif TransJakarta Bakal Naik, Pramono: Usulannya Rp 5 Ribu Hingga Rp 7 Ribu
“Yang pertama adalah bagaimana Trans-Jabodetabek yang sudah dibuka di 6 jalur, 6 rute itu, apakah perlu pengembangan atau cukup? Itu yang pertama,” jelas Pramono.
Kedua, Pemprov DKI bersama pemerintah daerah sekitar akan memperkuat koordinasi agar sistem transportasi antarkota berjalan seimbang.
Gubernur DKI juga menegaskan pentingnya pengaturan integrasi transportasi agar tidak menimbulkan masalah baru.
“Dan yang berikutnya juga yang akan kami koordinasikan adalah mengatur mengenai sistem transportasi yang terintegrasi tadi. Jangan sampai kemudian di satu wilayah teratasi, tetapi di wilayah lain malah menimbulkan kemacetan baru,” kata Pramono.
Baca juga : BUMN Transportasi Tebar Diskon Dan Kerek Layanan
Kembangkan TOD
Dalam kesempatan itu, Pramono juga menyampaikan rencana melanjutkan pengembangan Transit Oriented Development (TOD) di sejumlah titik strategis.
“lTransit Oriented Development itu ada dua. Satu yang dikembangkan oleh pemerintah DKI Jakarta, satu yang dikembangkan oleh MRT,” paparnya.
Ia menjelaskan beberapa kawasan TOD yang akan diperkuat, seperti Blok M, Dukuh Atas, dan Bundaran HI.
Baca juga : LAN dan J.CLAIR Perkuat Kolaborasi Daerah Hadapi Krisis Iklim Global
“Walaupun prinsipnya, manajemennya tetap dari pemerintah DKI tapi pelaksanaan di lapangannya adalah dari MRT. Dan ini tahun depan segera akan kita mulai mudah-mudahan secara nyata segera bisa dirasakan oleh masyarakat,” tandasnya.
Untuk 6 rute Transjabodetabek yang sudah beroperasi. Transjabodetabek ini menghubungkan Jakarta dengan berbagai daerah penyangga. Berikut rutenya:
* B25: Terminal Bekas-Dukuh Atas (Jakarta)
* P11: Bogor-Blok M (Jakarta)
* D41: Sawangan-Lebak Bulus (Jakarta)
* T31: PIK 2-Blok M (Jakarta)
* S61: Alam Sutera-Blok M (Jakarta)
* B41: Vida Bekasi-Cawang (Jakarta)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya