Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ganggu Kesehatan, Warga Desak Pemprov Stop Operasional RDF Rorotan
Rabu, 5 November 2025 16:17 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Warga dari berbagai kawasan di Jakarta Timur dan Bekasi akan menggelar aksi demonstrasi di Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 10 November 2025.
Aksi ini digerakkan oleh keresahan warga terhadap dugaan dampak negatif uji coba Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, yang disebut menyebabkan puluhan warga jatuh sakit.
Ketua RT 18, RW 14, Klaster Shinano Jakarta Garden City (JGC), Wahyu Andre, mengatakan, aksi akan diikuti sekitar 1.500 hingga 2.000 orang dari berbagai perumahan yang terdampak.
“Kami butuh pernyataan tegas dari Pak Gubernur, RDF stop beroperasi dulu untuk dilakukan evaluasi!” ujar Wahyu saat dikonfirmasi, Rabu (5/11/2025).
Wahyu menyebut aksi kali ini akan diikuti oleh lebih banyak warga dibandingkan aksi sebelumnya.
Adapun warga yang akan ikut aksi berasal dari:
1. Jakarta Garden City (JGC)
2. Asya JGC
3. Metland Ujung Menteng
4. Kota Harapan Indah
5. Pusaka Rakyat Bekasi
6. Sungai Kendal Rorotan
7. Gading Crown Bekasi
8. Tambun Permata Bekasi
9. Tambun Rengas Cakung
Baca juga : Bincang Santai, Pertamina Dengar Aspirasi Komunitas Otomotif
Menurut Wahyu, rencana aksi ini muncul karena pemerintah daerah dianggap belum memberikan tanggapan dan tindakan nyata atas laporan warga terkait dampak lingkungan dan kesehatan akibat operasional RDF Rorotan.
Warga menuntut agar RDF Rorotan dihentikan sementara untuk dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap dampaknya. Mereka juga menuntut transparansi dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan Amdal Lalu Lintas (Amdal Lalin) proyek tersebut.
“Saya sudah minta secara resmi melalui PPID Dinas LH DKI sejak awal Agustus, tapi sampai sekarang tidak ada itikad baik untuk memberikan informasi AMDAL Lingkungan dan Amdal Lalin yang saya minta,” ungkap Wahyu.
Selain itu, warga meminta pertanggungjawaban pemerintah daerah dan pengelola RDF atas jatuhnya korban yang mengalami gangguan kesehatan sejak fasilitas itu diuji coba.
“Sejauh ini tidak ada permintaan maaf, tidak ada kompensasi biaya berobat, dan juga belum ada komunikasi dari Dinas Kesehatan DKI,” tegas Wahyu.
Ia menambahkan, sejak lama warga sudah mengingatkan soal potensi bencana dan dampak lingkungan akibat pembangunan RDF di dekat permukiman, namun peringatan tersebut diabaikan.
Baca juga : Airlangga: Kesepakatan ASEAN DEFA Perkuat Ekonomi Digital Indonesia
"Kami minta setop uji coba dan jadikan warga korban experiment pemda. Ganti kerugian warga yang terdampak atau kami akan laporkan ke pihak Kepolisian atas kasus pencemaran udara dan lingkungan," katanya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menanggapi rencana aksi protes warga Rorotan, Jakarta Utara, terkait kembali munculnya bau tidak sedap dari fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan.
Ia menegaskan, sumber masalah bukan berasal dari teknologi RDF itu sendiri, melainkan dari sistem pengangkutan dan penanganan sampah yang belum sesuai dengan standar operasional.
“RDF Rorotan sebenarnya permasalahannya bukan di RDF-nya, karena sebenarnya kita sudah commissioning sampai dengan 1000–1200,” ujar Pramono di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Senin (3/11/2025).
Lebih lanjut, Pramono Anung meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta untuk menghentikan sementara uji coba (commissioning) fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara.
Keputusan ini diambil setelah sejumlah warga sekitar mengeluhkan bau sampah menyengat yang muncul selama proses uji coba berlangsung.
Baca juga : BPJS Kesehatan Tekan Kasus Penyakit Kronis Lewat Program Prolanis
“Saya sudah meminta kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup untuk sementara commissioning-nya dihentikan terlebih dahulu, dipersiapkan sampai dengan adanya truk yang compact yang bisa membawa sampah ke Rorotan,” kata Pramono Anung di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa (4/11/2025).
Menurutnya, air lindi (cairan hasil pembusukan sampah) dari truk pengangkut yang tidak tertutup dengan baik menjadi penyebab munculnya bau tidak sedap di sekitar wilayah tersebut.
“Yang menjadi masalah adalah ketika sampahnya kemudian dilakukan mobilisasi atau pengangkutan, truknya itu tidak compact, sehingga air lindinya tumpah. Dan kemudian inilah yang menyebabkan bau,” jelas Pramono.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya