Dark/Light Mode

Cegah Anak-anak Terpapar Pengaruh Buruk

DKI Dukung Game Online Konten Kekerasan Dibatasi

Jumat, 14 November 2025 06:20 WIB
Tim Psikologi Kepolisian turun langsung ke smaN 72 Jakarta untuk memberikan dukungan mental bagi siswa dan tenaga pendidik pasca peristiwa ledakan, Senin (10/11/2025). (Foto: Rizki Syahputra/RM)
Tim Psikologi Kepolisian turun langsung ke smaN 72 Jakarta untuk memberikan dukungan mental bagi siswa dan tenaga pendidik pasca peristiwa ledakan, Senin (10/11/2025). (Foto: Rizki Syahputra/RM)

 Sebelumnya 
Dalam pemaparan CCTV itu, tangan kanan F memegang benda kecil yang diduga remote (pengendali jarak jauh) bom berdaya ledak rendah ber isi paku. Dengan tenang, F mengarahkan remote itu ke masjid SMAN 72 pada hari kejadian, Jumat (7/11/2025). 

Pada pukul 12.02.51 Waktu Indonesia Barat (WIB) terlihat kilatan cahaya, terdengar ledakan dan muncul asap putih. Bom telah meledak di dalam masjid itu. 

Baca juga : KPK Sita Dokumen Pergeseran Anggaran, Geledah Beberapa Tempat Di Riau

Satu detik kemudian, F berlari menjauh dari masjid, ke arah bank sampah sekolah ini. Di sini, F telah menyiapkan 4 bom yang akan diledakkannya secara langsung, menggunakan sumbu. Bukan menggunakan remote. Dua bom meledak. Dua tidak. 

Di sinilah F diduga sengaja melukai dirinya, menggunakan bom sumbu itu. Hingga akhirnya, ia ditemukan tak sadarkan diri. Tergeletak di lantai, dengan darah di sekitar kepalanya. Ada airsoft gun di dekat kakinya yang terbungkus sepatu lars hitam. Bak prajurit terluka di medan laga. Seperti dalam game online bergenre pertempuran. 

Baca juga : Kualifikasi Piala Dunia 2026, Polandia Ngarep Salip De Oranje

Ketua DPRD DKI Khoirudin menyatakan prihatin atas insiden ledakan di SMA 72 Jakarta. Sebab, lingkungan sekolah seharusnya aman dan nyaman bagi siswa untuk menimba ilmu. 

Karena itu, dia meminta Dinas Pendidikan (Disdik) DKI meningkatkan fungsi pengawasan di seluruh sekolah di Jakarta. “Kontrol Dinas Pendidikan harus diperkuat dan di tingkatkan,” pesan Khoirudin di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (10/11/2025). 

Baca juga : Alwi Dan Dhinda Tumbang, Jorji Tumpuan Harapan Di Jepang Masters 2025

Khoirudin juga menegaskan, guru mempunyai peran penting dalam proses pembelajaran di sekolah. Tidak hanya di dalam kelas, melainkan juga di luar kelas yang masih berada di lingkungan sekolah. “Kelakuan anak-anak di sekolah, tanggung jawab guru, tanggung jawab kepala sekolah dan jajarannya,” jelas Khoirudin.

Karena itu, dia meminta optimalisasi peran guru dan siswa untuk mengawasi perkembangan di lingkungan sekolah. “Cobalah ajak para siswa untuk menjadi informan di lapangan. Sehingga, isu yang sedang berkembang, bisa diketahui sedini mungkin,” sarannya. DRS/IMM

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.