Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Warga Diimbau Tingkatkan Kesiapsiagaan
Banjir Rob Di Pesisir Jakut Berpotensi Naik Signifikan
Kamis, 4 Desember 2025 06:25 WIB
Sebelumnya
Dia menambahkan, layanan darurat gratis 112 juga telah disiapkan untuk merespons situasi darurat dan laporan masyarakat yang membutuhkan pertolongan. BPBD DKI menyiagakan personel dan peralatan untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem.
Isnawa bilang, seluruh jajar an sudah diminta meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi banjir, angin kencang dan pohon tumbang.
Dia menjelaskan, Jakarta memiliki sekitar 30 ribu Rukun Tetangga (RT) yang harus dilindungi, sehingga upaya mitigasi dan kesiapsiagaan perlu dilakukan secara menyeluruh.
Baca juga : Usut Kasus Kuota Haji, Penyidik KPK Lagi Di Saudi Mencari Bukti Dan Informasi
“Dinas Sumber Daya Air DKI juga telah menyiagakan sekitar 1.200 unit pompa yang tersebar di rumah pompa maupun pos pengendalian banjir, serta pompa portabel untuk mempercepat penyedotan genangan di titik rawan,” bebernya.
BPBD DKI juga meminta masyarakat memantau informasi resmi melalui kanal digital Pemerintah. Seperti Peringatan Dini Gelombang Pasang di bpbd. jakarta.go.id/gelombanglaut, aplikasi JAKI untuk melaporkan genangan, serta situs pantaubanjir. jakarta.go.id untuk memperoleh pembaruan kondisi secara realtime. Serta, segera melaporkan kejadian darurat melalui Call Center Jakarta Siaga 112.
Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Yuke Yurike mengingatkan, antisipasi harus sejak awal. “Jangan sampai Pemprov tidak siap dalam menghadapi dampak musim hujan pada akhir tahun 2025,” ingat Yuke, Selasa (2/12/2025).
Baca juga : Manchester United Vs West Ham, Setan Merah Ingin Ubah Nasib
Selain banjir, dia juga minta potensi pohon tumbang perlu menjadi perhatian serius. Banyak pohon besar yang harus di perhatikan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) DKI. Dia minta pohon yang rawan tumbang, dipangkas. “Karena saat musim hujan, biasanya dibarengi dengan angin kencang,” ujarnya.
Tak hanya itu, sosialisasi kepada masyarakat pun harus dilakukan untuk memberikan kesadaran, agar tidak membuang sampah ke sungai dan saluran air. Supaya, saluran air normal, terutama saat musim hujan.
Menurut Yuke, menyelesaikan persoalan banjir di Jakarta harus dilakukan secara tuntas, tidak setengah-setengah. “Harus dilakukan berkelanjutan oleh setiap Gubernur. Apalagi, Jakarta memiliki blue print pengendalian banjir yang harus disepakati dan dijalankan bersama,” tandasnya. [DRS]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya