Dark/Light Mode

Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Selatan Jakarta Terancam Longsor, Utara Dilanda Rob

Minggu, 7 Desember 2025 06:25 WIB
Banjir rob (air laut) masuk ke warung warga Muara Angke, Jakarta Utara, Jumat (5/12/2025). (Foto: Dwi Pambudo/RM)
Banjir rob (air laut) masuk ke warung warga Muara Angke, Jakarta Utara, Jumat (5/12/2025). (Foto: Dwi Pambudo/RM)

 Sebelumnya 
Di tengah situasi yang tidak menentu ini, Bun mengedepankan pentingnya semangat gotong-royong dan solidaritas di kalangan masyarakat untuk menjaga serta membantu satu sama lainnya.

“Agar kita sebagai satu komunitas yang besar dapat menghadapi segala kemungkinan kedepannya,” pungkasnya.

Untuk mengantisipasi cuaca ekstrem yang berpotensi menyebabkan bencana, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan seluruh jajaran wilayah dan dinas terkait meningkatkan kesiapsiagaan.

Baca juga : KPK Periksa 80 Saksi, Penyidikan Kasus Korupsi Bupati Ponorogo Dikebut

Pramono menyoroti prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi peningkatan curah hujan, yang diperkirakan terjadi mulai pekan kedua Desember 2025 hingga Januari 2026. Curah hujan bahkan diprediksi dapat mencapai di atas 200-300 mm per hari yang dapat menyebabkan banjir.

"Kalau ada saluran yang kurang baik, segera dilaporkan. Apakah itu menjadi tanggung jawab saudara atau menjadi tanggung jawab Sumber Daya Air dan sebagainya, harus segera dikoordinasikan," kata Pramono saat memimpin Townhall Meeting bersama para camat dan lurah serta Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (3/12/2025).

Kondisi ini juga dibarengi dengan perkiraan kenaikan banjir rob. Karena itu, Pramono telah meminta Dinas Sumber Daya Air (SDA) memastikan seluruh pompa dapat beroperasi optimal.

Baca juga : Drawing Grup Piala Dunia 2026, Nyaris Tak Ada Neraka

Pramono juga mengingatkan pentingnya memperkuat koordinasi dengan dengan warga, termasuk memanfaatkan fungsi rumah ibadah. Seperti masjid dan gereja sebagai sarana peringatan dini terjadinya bencana. Para camat dan lurah diminta hadir di lapangan untuk memberikan rasa nyaman dan aman kepada warga.

Sebagai langkah antisipatif, Pramono meminta BPBD segera melakukan modifikasi cuaca. Pramono juga akan melanjutkan program normalisasi Kali Krukut dan Ciliwung.

Dia berharap, percepatan ini memberikan perlindungan lebih baik bagi warga dari ancaman banjir tahunan.

Baca juga : Tim Beregu Putra RI Dapat Tiket Semifinal

“Sekarang memang bukan hanya di Indonesia tetapi di negara-negara lain, bahkan di Eropa pun terjadi banjir yang di luar perkiraan,” tandasnya. [DRS/RAA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.