Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Uji Coba Sistem Satu Arah di Jalan Salemba Tengah, Warga: Putar Baliknya Jauh
Selasa, 13 Januari 2026 15:38 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pagi, Selasa 13 Januari 2026, arus lalu lintas di Jalan Salemba Tengah, Senen, Jakarta Pusat, tampak berbeda dari biasanya. Sejumlah cone oranye berjajar rapi di tengah jalan, membatasi arah kendaraan.
Di salah satu sisi jalan, sebuah spanduk besar terpasang mencolok, memberi peringatan kepada pengguna jalan. “Maaf Perjalanan Anda Terganggu, Uji Coba Sistem Satu Arah di Jl. Salemba Tengah,” demikian tulisan pada spanduk tersebut.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mulai melaksanakan uji coba pengaturan lalu lintas dengan menerapkan Sistem Satu Arah (SSA) atau one way di Jalan Salemba Tengah, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat.
Kebijakan ini mulai diberlakukan sejak Selasa, 6 Januari 2026 hingga Selasa, 20 Januari 2026, sebagai upaya mengurai kemacetan di kawasan tersebut. Uji coba ini mengubah Jalan Salemba Tengah yang sebelumnya memiliki dua arah lalu lintas menjadi satu arah.
Pantauan RM.id di lokasi menunjukkan Dishub yang sedang mengatur lalu lintas. Namun, di lapangan, tidak semua pengendara tampak memahami aturan baru tersebut. Beberapa kendaraan terlihat melambat, berhenti sejenak, lalu berputar arah.
Baca juga : Taklimat Prabowo di Hambalang: Tegaskan Taji Swasembada dan Harga Diri Bangsa
Bahkan, masih ada pengendara yang nekat melintas dari arah Percetakan Negara menuju Salemba Tengah, meski seharusnya diarahkan ke Jalan Paseban Raya.
Uji coba sistem satu arah ini dilakukan untuk mengatasi kepadatan lalu lintas yang kerap terjadi di kawasan Salemba, terutama pada jam sibuk.
Sejumlah pengguna jalan memberikan tanggapan beragam terkait kebijakan ini. Genta (31), seorang sopir Bajaj yang biasa melintas di kawasan tersebut, mengaku setuju dengan penerapan sistem satu arah.
“Setuju dengan adanya one way ini karena mengurangi paling tidak sedikitnya kemacetan, tapi terkadang masih ada yang melanggar aturan karena beberapa pengendara masih keluar melalu jalan salemba tengah, yang seharusnya melewati jln paseban raya," ujar Genta.
Namun, pendapat berbeda disampaikan Rudi (52), warga asli Salemba, yang merasa kebijakan tersebut justru menyulitkan.
Baca juga : Catat, Besok 6 Januari Dimulai Uji Coba Sistem Satu Arah di Jalan Salemba Tengah
“Tidak setuju dengan adanya one way atau satu arah ini, karena menurutnya dengan adanya one way ini agak merepotkan karena harus puter balik lebih jauh, padahal seharusnya tinggal lurus aja," ujar Rudi.
Rudi berharap penerapan sistem satu arah tidak dilakukan sepanjang hari. Hal senada disampaikan Dedi (50), seorang pengemudi ojek online yang sehari-hari mencari penumpang di kawasan Salemba Tengah.
“Tidak setuju dengan adanya one way ini, menurutnya untuk menjemput penumpang yang padahal tidak sejauh itu untuk menjemput jadi harus muter jauh keluar jalan paseban raya, yang dimana sering dibatalkan pesannya oleh penumpang karena buru-buru ingin ke kantor," kata Dedi.
Meski awalnya merasa kebingungan, Dedi mengaku mulai beradaptasi dengan kebijakan tersebut.
“Awal adanya one way ini sempat bingung karena tidak tau dengan adanya one way ini, tapi sejauh ini sudah mulai terbiasa oleh adanya one way ini dan sering kali untuk memilih jalan lain atau mengambil orderan yang dimana dekat dengan lokasinya," lanjutnya.
Baca juga : Dony Oskaria Tinjau Lahan Hunian Sementara Warga Korban Bencana Di Aceh Tamiang
Hingga pertengahan masa uji coba, suasana di Jalan Salemba Tengah masih diwarnai penyesuaian. Di satu sisi, arus lalu lintas tampak lebih tertata. Di sisi lain, keluhan warga dan pengguna jalan masih terdengar.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengatakan uji coba one way akan mulai diberlakukan pada Selasa, 6 Januari 2026, hingga Selasa, 20 Januari 2026.
“Lalu lintas pada Jalan Salemba Tengah yang semula 2 (dua) arah diubah menjadi 1 (satu) arah yaitu hanya untuk arus lalu lintas dari Jalan Salemba Raya menuju Jalan Percetakan Negara/Jalan Paseban Raya/Jalan Pramuka Jati," kata Syafrin dalam keterangan resminya, Senin (5/1/2026).
Sementara itu, bagi pengendara yang hendak menuju Jalan Salemba Raya dari arah Jalan Pramuka Jati atau Jalan Percetakan Negara, disarankan untuk menggunakan jalur alternatif melalui Jalan Paseban Raya. Rekayasa lalu lintas ini diharapkan dapat mengurangi titik-titik kepadatan di kawasan Salemba.
“Diimbau kepada para pengguna jalan agar dapat menyesuaikan pengaturan lalu lintas yang ditetapkan, mematuhi rambu–rambu lalu lintas, petunjuk petugas di lapangan serta mengutamakan keselamatan di jalan," katanya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya