Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Swedia Pesta Gol 5-1 ke Gawang Tunisia
- S3 Ilmu Hukum Universitas Borobudur Tawarkan Pendidikan Berkualitas Berstandar Internasional
- PLN EPI Dorong CBG dari Limbah Sawit untuk Kurangi Emisi dan LNG
- Khofifah Ajak Alumni FH Unair Buka Peluang Magang Bagi Mahasiswa
- Tampung 245.980 Murid Baru, Disdik DKI SPMB Objektif, Transparan dan Inklusif
Bikin Banjir Kelapa Gading dan Cilincing, Kali Cakung Lama Segera Dinormalisasi
Jumat, 23 Januari 2026 09:12 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan melakukan normalisasi Kali Cakung Lama yang dinilai menjadi hambatan utama atau bottleneck penyebab banjir di Jakarta Utara, khususnya Kelapa Gading hingga Cilincing.
“Seperti kita ketahui bersama, saya melihat, mengecek secara langsung, memang di Kali Cakung Lama ini terjadi bottleneck," kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung usai meninjau Kali Cakung Lama Segmen Sungai Begog, Jakarta Timur, Jumat (23/1/2026).
Pramono menjelaskan, kondisi bottleneck di Kali Cakung Lama berdampak langsung pada meluapnya air ke sejumlah kawasan permukiman.
Baca juga : Diserahkan Danantara Kepada Pemkab Aceh Tamiang, 600 Unit Huntara Siap Ditempati
“Dan ini menyebabkan beberapa daerah kemudian banjir di antaranya adalah Kelapa Gading, Sukapura, dan Cilincing, Pegangsaan Dua, dan sebagainya," katanya.
Menurutnya, Kali Cakung Lama merupakan titik krusial sebelum aliran air bermuara ke laut. Oleh karena itu, normalisasi sungai menjadi prioritas utama pemerintah daerah untuk mencegah banjir yang terus berulang di kawasan Jakarta Utara.
“Maka tadi saya sudah meminta kepada Bu Ika untuk segera dilakukan normalisasi dan mungkin sampai dengan 2 kilo, Bu? Sekitar 2 kilo," terang Pramono.
Baca juga : Usai Terendam Banjir Setinggi 3 Lantai, SMAN 4 Aceh Tamiang Mulai Semester Baru
Ia juga menjelaskan, selama ini normalisasi belum dapat dilakukan karena masih terdapat keberatan dari sebagian warga.
“Dan ini menjadi program prioritas karena selama ini, saya tadi sudah tanya secara langsung kepada penduduk, dulu kenapa tidak dilakukan karena memang sebagian pasti masih keberatan," terangnya.
Dalam dua minggu terakhir, banjir kembali terjadi di kawasan tersebut, sehingga mayoritas warga kini bersedia dilakukan normalisasi. Penyempitan sungai disebut menjadi salah satu penyebab utama terhambatnya aliran air.
Baca juga : Menhan Pimpin Satgas Kuala, Normalisasi Sungai Tamiang Segera Dimulai
“Karena memang beberapa sungai itu lebarnya tinggal 2 meter. Padahal awalnya di sini ini sekitar 20 meter, 15 sampai 20 meter," katanya.
Sebagai tindak lanjut, Gubernur DKI Jakarta telah memberikan persetujuan langsung dan memastikan pembahasan teknis akan dilakukan dalam waktu dekat.
“Tadi saya sudah memberikan persetujuan secara langsung dan langsung minggu depan kita rapatkan untuk kita lakukan normalisasi di sungai ini supaya Kelapa Gading dan sebagainya tidak berdampak seperti sekarang ini," tutup Pramono.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya