Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Temui Gubernur Pramono di Taman Roci, Warga Protes Bau Busuk RDF Rorotan Jaktim
Jumat, 30 Januari 2026 20:36 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Suasana peresmian Taman Kelinci Roci di Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (30/1/2026), mendadak berubah tegang. Di tengah sesi wawancara Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dengan wartawan, seorang warga tiba-tiba menyampaikan protes terkait bau menyengat yang diduga berasal dari fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan.
Berdasarkan pantauan RM.id di lokasi. Seorang perempuan menyuarakan keluhan yang selama ini dirasakan warga sekitar RDF Rorotan.
"Kemarin baunya masih sangat terasa, Pak. Saya setiap hari lewat situ, Pak," keluhnya ke Pramono.
Pramono merespons keluhan tersebut dengan menyatakan bahwa dirinya memahami kondisi yang dialami warga dan tidak menutup mata terhadap dampak yang ditimbulkan.
“Saya tahu itu," jawab Pramono.
Warga juga mengeluhkan biaya pengobatan yang harus ditanggung secara mandiri akibat dampak lingkungan tersebut.
“Dan biayanya kan kita juga bayar sendiri Pak," tuturnya.
Baca juga : Pramono Resmikan Taman Roci, Dari Pemukiman Kumuh Jadi Ruang Publik Yang Nyaman
Menanggapi hal itu, Pramono menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pada prinsipnya dapat bertanggung jawab apabila terdapat biaya yang harus dikeluarkan warga.
“kalau ada biaya itu sebenarnya Pemerintah DKI Jakarta bisa bertanggung jawab," kata Pramono.
Warga pun menangis di hadapan Pramono karena keberadan RDF Rorotan membuat kenyamanan mereka terganggu.
"Tapi kita enggak mau sakit, Pak. Kenapa harus kita sakit gitu loh kalau bisa dicegah," tutur warga tersebut.
Dalam kondisi emosional, warga kembali meminta agar RDF Rorotan ditutup.
“Kita minta RDF itu ditutup Pak. Saya enggak mau hidup kayak gini loh Pak, beneran. Saya berjuang setengah mati Pak untuk RDF ini," lanjutnya.
Namun Pramono menegaskan bahwa RDF Rorotan dibangun sebelum masa kepemimpinannya dan memiliki nilai investasi yang besar sehingga penutupan bukanlah pilihan yang mudah.
Baca juga : Bertemu Gubernur Pram, Dewas Pras Bahas Transformasi dan Perluasan Layanan Air
“Jadi RDF ini terus terang kan dibangun bukan di era saya. Biayanya cukup tinggi. Kalau kemudian saya tutup, ini problemnya lebih rumit lagi," jelas Pramono.
Gubernur juga mengingatkan bahwa dirinya telah beberapa kali bertemu dengan warga dan selalu membuka ruang dialog untuk mendengarkan seluruh aspirasi yang disampaikan.
"Ya ingat, waktu itu kan kita ketemu, dua kali bahkan ketemu. Jadi semua persoalan masyarakat kan saya dengarkan," katanya.
Menurut Pramono, persoalan utama RDF Rorotan bukan terletak pada proses pengolahan sampah, melainkan pada sistem pengangkutan sampah yang menimbulkan bau akibat air lindi atau cairan sampah yang menetes selama perjalanan.
Ia menjelaskan bahwa RDF Rorotan telah beberapa kali menjalani proses commissioning dengan kapasitas yang cukup tinggi dan relatif tidak menimbulkan masalah berarti pada operasional pabriknya.
“Sedangkan Rorotan sendiri sudah berulang kali dilakukan commissioning sampai dengan 200, 300, 500 per hari, itu apa relatif tidak masalah," jelasnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemprov DKI Jakarta telah mengambil langkah perbaikan dengan mengganti armada pengangkut sampah yang dinilai sudah tidak layak digunakan.
Baca juga : Gubernur Pramono Optimis Bank Jakarta IPO Tahun Depan
“Masalahnya adalah transportasi dan untuk itu saya sudah minta untuk dilakukan perbaikan, maka kami di tahun 2025 kemarin membeli alat transportasi untuk mengangkut sampah yang baru," katanya.
Pramono menegaskan bahwa kendaraan lama tidak lagi diizinkan beroperasi dan untuk sementara waktu aktivitas pengangkutan dihentikan guna mengurangi dampak terhadap warga.
“Yang lama saya tidak izinkan untuk digunakan. Dan mudah-mudahan, untuk sementara ini saya minta untuk di-stop," tegasnya.
Ia berharap langkah tersebut dapat menjadi solusi sementara untuk mengatasi persoalan bau yang dikeluhkan masyarakat di sekitar RDF Rorotan.
“Mudah-mudahan ini akan bisa mengatasi persoalan transportasi sampah yang ada di Rorotan ini," tutup Pramono.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya