Dark/Light Mode

Agar PAD DKI Jakarta Nggak Bocor Terus

Digitalisasi Jadi Solusi Berantas Parkir Liar

Selasa, 10 Februari 2026 06:25 WIB
Petugas gabungan melakukan penertiban kendaraan yang parkir liar di trotoar dan bahu jalan. (Foto: Dwi Pambudo/RM)
Petugas gabungan melakukan penertiban kendaraan yang parkir liar di trotoar dan bahu jalan. (Foto: Dwi Pambudo/RM)

 Sebelumnya 
Menurutnya, UP Perparkiran akan melakukan pendekatan persuasif terkait praktik parkir liar. Merangkul pengelola parkir setempat, agar menjadi mitra resmi. 

Langkah itu, lanjut Masdess, diawali dengan pendataan juru parkir, inventarisasi potensi kendaraan, hingga penetapan kerja sama melalui surat tugas resmi. “Kami pun memberikan kartu identitas, serta atribut seperti rompi atau seragam. Kini kami kelola bersama,” papar Masdes. 

Menurutnya, pendekatan yang dilakukan dengan mengedepankan kearifan lokal, bukan menggusur juru parkir yang sudah lebih dahulu beroperasi. “Memang tidak mudah menangani parkir liar di seluruh Jakarta. Tetapi, langkah ini sudah kami lakukan di cukup banyak lokasi,” ucap Masdes. 

Baca juga : Bang Jay, Maafkan Inter Ya...

Dia mencontohkan, pengelolaan parkir saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jalan Imam Bonjol, dan Pamekasan. Saat ini, lokasi parkir telah melibatkan sekitar 30 juru parkir sebagai mitra resmi. 

Model pengelolaan tersebut, lanjut Masdes, akan diterapkan secara bertahap di lokasi-lokasi lain. Dia juga mengimbau masyarakat mulai terbiasa dengan pembayaran parkir nontunai, melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), mobile banking, maupun dompet digital. 

Berdasarkan hasil uji coba, Masdes yakin, digitalisasi parkir dapat meningkatkan pendapatan sektor parkir. “Sekaligus meminimalisir kebocoran yang selama ini disinyalir terjadi,” katanya. 

Baca juga : Hasil Tes Pramusim Sepang, Yamaha Akui Mesin M4 Loyo

Pihaknya juga mulai memperluas penerapan sistem pembayaran parkir nontunai. Saat ini, sambung Masdes, uji coba pembayaran parkir nontunai telah memasuki pekan kedua dan diterapkan di Jalan Pintu Air Raya, Jakarta Pusat. Di lokasi tersebut, pembayaran parkir sudah menggunakan QRIS dan kartu uang elektronik. 

Berdasarkan hasil uji coba selama delapan hari, Masdes menyatakan, terjadi peningkatan penerimaan yang cukup signifikan dengan hampir dua kali lipat dibandingkan sistem sebelumnya. 

“Penerimaan yang biasanya sekitar Rp 1,1 juta per hari, kini bisa mencapai lebih dari Rp 2 juta. Ini menjadi dasar bagi kami untuk mereplikasi sistem ini ke lokasi-lokasi lain,” bebernya. 

Baca juga : Sukses Cetak Sejarah, Takaichi Kian Menyala

Masdes menambahkan, digitaliasi parkir diterapkan pada pengelolaan swakelola maupun melalui kerja sama dengan pihak ketiga. Untuk pengelolaan oleh pihak ketiga, diberlakukan skema bagi hasil dengan operator parkir. [DRS]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.