Dark/Light Mode

Intensitas Musim Hujan Sudah Mereda

Ayo Perbaiki Jalan Secara Permanen, Bukan Ditambal

Kamis, 19 Februari 2026 06:25 WIB
Petugas Suku Dinas Bina Marga Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperbaiki jalan berlubang di jalan TB Simatupang, Jakarta, Rabu (4/2/2026). (Foto: Putu Wahyu Rama/RM)
Petugas Suku Dinas Bina Marga Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperbaiki jalan berlubang di jalan TB Simatupang, Jakarta, Rabu (4/2/2026). (Foto: Putu Wahyu Rama/RM)

 Sebelumnya 
Sebelumnya, kecelakaan tunggal merenggut nyawa Aldi Suryaputra, siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 34 Jakarta, di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, Senin (9/2/2026), sekitar pukul 6.00 WIB. 

Korban diduga kehilangan kendali atas motor yang dikendarainya, akibat jalan berlubang dan licin. Aldi jatuh dan meninggal dunia. 

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pun sudah mendengar berbagai pengaduan masyarakat mengenai jalan rusak, melalui berbagai kanal media maupun pertanyaan wartawan. 

Pram pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, mengenai kembali munculnya lubang di sejumlah ruas jalan, meskipun sebelumnya telah dilakukan penambalan. “Ketika hujan, mohon maaf, pasti sebagian ada yang terbongkar (rusak) kembali,” kata Pram di Jakarta Timur, Senin (9/2/2026). 

Baca juga : Vinicius Dikatain Monyet, Mourinho Diusir Wasit, Benfica Panas Ditekuk Madrid

Meskipun masih musim hujan, Pram telah memerintahkan jajarannya untuk memperbaiki kembali berbagai jalan yang rusak. “Karena, sudah tidak bisa lagi menunggu sampai hujan berhenti,” jelasnya. 

Pram mengatakan, berdasarkan pantauan di lapangan, proses penambalan lubang telah dilakukan di berbagai titik. Tapi, perbaikan jalan pada musim hujan, masih tambal sulam, terutama di lokasi dengan tingkat lalu lintas tinggi. “Kalau dilihat di lapangan, hampir sebagian besar lubang besar, sudah ditutup,” katanya. 

Pram menjelaskan, sedikitnya 6.000 titik jalan berlubang muncul di berbagai wilayah Jakarta, setelah banjir melanda pada Januari hingga Februari 2026. 

Persoalannya, jelas Pram, jumlah Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) di lingkungan Dinas Bina Marga DKI, masih belum memadai untuk memperbaiki jalan rusak secara cepat di seluruh Jakarta. 

Baca juga : Tes Pramusim Bahrain, Ferrari Curiga Lawan Sembunyikan Kartu

Menurut Pram, jumlah tenaga yang tersedia saat ini belum sebanding dengan luas wilayah dan kebutuhan penanganan di Jakarta. “Bina Marga sekarang ini hanya mempunyai sekitar 750 PJLP,” kata Pram di Jakarta Barat, Kamis (12/2/2026).
 
Dia menjelaskan, Dinas Bina Marga harus membagi 750 PJLP itu untuk lima kota administrasi dan satu kabupaten administrasi di DKI Jakarta. Yakni, Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta Barat dan Kabupaten Kepulauan Seribu. “Sangat kurang kalau dibagi untuk lima kota dan satu kabupaten,” tandas mantan Sekretaris Kabinet ini. 

Kondisi ini, menurutnya, berdampak pada kecepatan Dinas Bina Marga memperbaiki jalan, terutama saat musim hujan yang kerap memperparah kerusakan, seperti pengaduan masyarakat ke berbagai kanal media massa dan media sosial. 

Untuk mengatasi masalah itu, Pram setuju menambah PJLP Dinas Bina Marga. “Jumlahnya berapa, nanti diputuskan. Tetapi, dalam rapat, saya sudah menyetujui untuk menambah PJLP Bina Marga,” ujar Pramono. 

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno juga menyoroti kekurangan personel di lapangan. Ia menyatakan, Jakarta setidaknya membutuhkan sekitar 1.200 petugas untuk menangani kerusakan jalan, khususnya pada musim hujan. “1.200 orang untuk Bina Marga, mungkin itu minimal,” ucap Rano di Pasar Cipulir, Jakarta Selatan. 

Baca juga : Pemimpin Dunia Serukan Persatuan Dan Perdamaian

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo menjelaskan, rekrutmen PJLP akan difokuskan pada petugas penanganan jalan berlubang. “Saat ini, kami punya PJLP sekitar 1.400 orang. Yang menangani lubang itu cuma 755 orang se-Jakarta,” kata Heru. [DRS/RAA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.