Dark/Light Mode

3 Warga Jakarta Positif Hantavirus, Dinkes DKI Tingkatkan Kewaspadaan

Senin, 18 Mei 2026 15:33 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Ani Ruspitawati. (Foto: Zahra/RM)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Ani Ruspitawati. (Foto: Zahra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengungkapkan terdapat tiga kasus terkonfirmasi positif hantavirus dan enam kasus suspek yang masih dalam pemantauan ketat tenaga kesehatan di wilayah Jakarta. 

Pemerintah daerah pun meningkatkan kewaspadaan dengan memperketat pengawasan di fasilitas kesehatan serta mengedukasi masyarakat terkait bahaya penularan virus yang berasal dari tikus tersebut.

“Untuk update kasus hantavirus yang ada di Jakarta, sampai dengan saat ini kita masih menemukan ada tiga kasus positif, tapi ada enam suspek yang masih terus kami monitor sampai dengan hari ini,” kata Ani di Puskesmas Pembantu Meruya Selatan II di Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, Senin (18/5/2026).

Baca juga : Kasus Hantavirus Meninggal Di Ketapang

Menurut Ani, langkah kewaspadaan telah dilakukan menyusul adanya surat edaran dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terkait peningkatan kewaspadaan terhadap hantavirus. 

“Untuk hal-hal kewaspadaan yang sudah dilakukan oleh Dinas Kesehatan menindaklanjuti surat kewaspadaan dari Kementerian Kesehatan, kami sudah memberikan surat edaran terkait kewaspadaan kasus hanta ini untuk seluruh fasilitas kesehatan yang ada di Jakarta,” katanya.

Selain itu, sejumlah rumah sakit umum daerah (RSUD) di Jakarta kini ditetapkan sebagai rumah sakit sentinel guna memperkuat pengawasan terhadap kasus yang dicurigai terkait hantavirus. 

Baca juga : SIM Keliling Jakarta Senin 18 Mei, Hadir Di 5 Lokasi

“Dan kami sudah menempatkan beberapa RSUD sebagai rumah sakit sentinel untuk memberikan monitoring yang lebih ketat," jelas Ani.

Hantavirus diketahui merupakan penyakit yang ditularkan melalui tikus, baik melalui kotoran, air liur, urine, maupun gigitan hewan tersebut. Penularan paling umum terjadi melalui inhalasi aerosol atau partikel udara yang telah terkontaminasi virus dari kotoran tikus yang mengering.

“Sehingga perlu diwaspadai pada saat kita membersihkan area-area yang ada kotoran tikus, dipastikan bahwa ventilasinya bagus, kemudian jangan dibersihkan dalam keadaan kering. Jadi harus disemprot dulu dengan disinfektan. Kalau di rumah kita bisa menggunakan pemutih, cairan pemutih yang biasa ada di rumah sebagai disinfektan sebelum dibersihkan kotorannya,” imbuhnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.